Prinsip Model Pembelajaran IPA Terpadu

- Desember 09, 2019
Secara umum prinsip-prinsip pembelajaran terpadu menurut Trianto (2011:58) adalah: (1) prinsip pengalian tema, (2) prinsip pengelolaan pembelajaran, (3) prinsip evaluasi, dan (4) prinsip reaksi. Berikut penjelasannya:

Prinsip pengalian tema

Prinsip penggalian tema merupakan prinsip utama (fokus) dalam pembelajaran terpadu. Artinya, tema-tema yang saling tumpang tindih dan ada keterkaitan menjadi target utama dalam pembelajaran. Dengan demikian dalam penggalian tema tersebut hendaklah memperhatikan beberapa persyaratan sebagai berikut:

  1. Tema hendaknya tidak terlalu luas, namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan banyak mata pelajaran.
  2. Tema harus bermakna, maksudnya ialah tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi peserta didik untuk belajar selanjutnya.
  3. Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis peserta didik.
  4. Tema dikembangkan harus mewadahi sebagai besar minat peserta didik.
  5. Tema yang dipikih hendaknya mempertimbangkan peristiwaperistiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar.
  6. Tema yang dipikih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat (asas relevansi).
  7. Tema yang dipilih hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.

Prinsip pengelolaan pembelajaran

Pengelolaan pembelajaran dapat optimal apabila guru mampu menempatkan dirinya dalam keseluruhan proses. Artinya guru harus mampu menempatkan diri sebagai fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran. Untuk itu guru dalam pembelajaran hendaklah dapat berlaku sebagai berikut:

  1. Guru hendaknya jangan menjadi single actor yang mendominasi pembicaraan dalam proses pembelajaran.
  2. Pemberian tanggungjawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerjasama kelompok.
  3. Guru perlu mengakomodasi terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam perencanaan.

Prinsip evaluasi

Evaluasi pada dasarnya menjadi fokus dalam setiap kegiatan. Bagaimana suatui kerja dapat diketahui hasilnya apabila tidak dilakukan evaluasi. Dalam hal ini dalam melaksanakan evaluasi dalam pembelajaran terpadu perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan evaluasi diri (self evaluation/self assessment) di samping bentuk evaluasi lainnya.
  2. Guru perlu mengajak peserta didik untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.

Prinsip reaksi

Guru dituntut untuk mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Guru harus bereaksi terhadap aksi peserta didik dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan aspek yang sempat melainkan ke suatu kesatuan yang utuh dan bermakna. Pembelajaran terpadu memungkinkan hal ini dan guru hendaknya menemukan kiat-kiat untuk memunculkan kepermukaan hal-hal yang dicapai melalui dampak pengiring (nurturant eff).

Berdasarkan prinsip-prinsip dalam pembelajaran terpadu di atas, maka prinsip-prinsip dalam penggunaan model pembelajaran IPA terpadupun juga demikian yaitu memiliki prinsip pengalian tema IPA terpadu, prinsip pengelolaan pembelajaran IPA terpadu, prinsip evaluasi IPA terpadu dan prinsip rekasi IPA terpadu.

Artikel Terkait:
Pengertian Model Pembelajaran IPA Terpadu
Karakteristik Model Pembelajaran IPA Terpadu
Manfaat dan Tujuan Model Pembelajaran IPA Terpadu
Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran IPA Terpadu


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search