Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran IPA Terpadu

- Desember 09, 2019
Setiap model pembelajaran tentu mempunyai kelebihan dan kelemahannya tersendiri begitupun dengan model pembelajaran IPA terpadu. Penjelasan mengenai keduanya sebagai berikut:

Kelebihan

Hernawan dan Resmini (2005:1.8) menjelaskan kelebihan pembelajaran terpadu adalah sebagai berikut:

  1. Pengalaman dan kegiatan belajar akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan peserta didik.
  2. Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik.
  3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik sehingga hasilbelajar akan dapat bertahan lebih lama.
  4. Pembelajaran terpadu dapat menumbuhkembangkan keterampilan berpikir peserta didik.
  5. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui peserta didik dalam lingkungannya.
  6. Menumbuhkembangkan keterampilan sosial peserta didik seperti kerja sama, toleransi, komunikasi, dan respek terhadap gagasan orang lain.

Sementara itu kelebihan pembelajaran terpadu menurut Saud (2006:17) diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas. Penerapan pembelajaran terpadu mendorong guru untuk mengembangkan kreativitas sehingga untuk itu guru dituntut
  2. untuk memiliki wawasan, pemahaman, dan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu pokok bahasan (substansi) dengan pokok bahasan lain dari berbagai mata pelajaran. Guru dituntut untuk memiliki kecermatan, kemampuan analitik dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan material maupun metodologik suatu pokok bahasan.
  3. Memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh, menyeluruh, dinamis dan bermakna.
  4. Penerapan pembelajaran terpadu memberikan peluang bagi guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh, menyeluruh, dinamis dan bermakna sesuai dengan keinginan dan kemampuan guru maupun kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Dalam kaitan ini, pembelajaran terpadu memberikan peluang terjadinya pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema atau pokok bahasan yang disampaikan.
  5. Mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep, pengetahuan, nilai atau tindakan. Penerapan pembelajaran terpadu akan mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep, pengetahuan, nilai atau tindakan yang terdapau dalam beberapa pokok bahasan atau bidang studi. Dengan mempergunakan pembelajaran terpadu, secara psikologis, peserta didik digiring berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru.
  6. Selanjutnya, peserta didik akan terbiasa berpikir terarah, teratur, utuh dan menyeluruh, sistematik, dan analitik.
  7. Menghemat waktu, tenaga dan sarana serta biaya pembelajaran di samping menyederhakan langkah-langkah pembelajaran.
  8. Penerapan pembelajaran terpadu akan menghemat waktu, tenaga dan sarana serta biaya pembelajaran di samping menyederhakan langkah-langkah pembelajaran, hal ini dapat terjadi karena proses perpaduan atau penyatuan sejumlah unsur tujuan, materi maupun langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan.

Kelebihan model pembelajaran terpadu sebagaimana dijelaskan oleh para ahli di atas berlaku juga pada pembelajaran IPA terpadu, karena sama-sama merupakan pembelajaran terpadu.

Kelemahan

Menurut Saud (2006: 18) kelemahan-kelemahan dalam pembelajaran terpadu adalah sebagai berikut:

Dilihat dari aspek guru

Pembelajaran terpadu menuntut tersedianya peran guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, kreatifitas yang tinggi, keterampilan metodologik yang handal, kepercayaan diri
dan etos akademik yang tinggi, dan berani untuk mengemas dan mengembangkan materi.

Akibat akademiknya, guru dituntut untuk terus menggali informasi/pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, salah satu strateginya, guru harus Dilihat dari aspek peserta didik membaca literattur secara mendalam. Tanpa hal ini, penerapan pembelajaran terpadu sulit diwujudkan.

Dilihat dari aspek peserta didik

Pembelajaran terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreatifitas akademik yang menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik, baik dalam aspek intelegensi maupun kreatifitasnya.

Hal tersebut terjadi karena penerapan pembelajaran terpadu menekankan pada pengembangan kemampuan analitik (menjiwai), kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan) dan kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Apabila kondisi ini tidak dimiliki peserta didik, maka sangat sulit pembelajaran terpadu diterapkan.

Dilihat dari aspek sarana atau sumber pembelajaran

Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan beragam dalam menunjang dan memperkaya serta mempermudah mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan. Dengan demikian, jika pembelajaran terpadu ini hendak dikembangkan, maka ketersediaan sumber belajar dan perpustakaan juga perlu dikembangkan pula secara bersamaan. Bila keadaan yang dituntut tersebut tidak dapat dipenuhi maka akan sulit untuk
menerapkan pembelajaran tersebut.

Dilihat dari aspek kurikulum

Penerapan pembelajaran terpadu memerlukan jenis kurikulum yang terbuka untuk pengembangannya. Kurikulum harus bersifat luwes, dalam arti kurikulum yang berorientasi pada pencapaian pemahaman peserta didik terhadap materi (buka berorientasi pada penyampaian target materi), kurikulum yang memberikan kewenangan sepenuhnya pada guru untuk mengembangkannya
baik dalam materi, metode maupun penilaian dan pengukuran keberhasilan pembelajarannya.

Dilihat dari aspek penilaian

Penerapan pembelajaran terpadu membutuhkan sistem penilaian dan pengukuran (objek, indikator dan prosedur) yang terpadu dalam arti sistem yang berusaha menetapkan keberhasilan belajar
peserta didik dilihat dari beberapa mata pelajaran yang terkait, atau dengan kata lain, hasil belajar peserta merupakan kumpulan dan paduan penguasaan dari berbagai materi yang disatukan/digabung.

Dalam kaitan ini, guru di samping dituntut mampu menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang terpadu, juga dituntut melakukan koordinasi dengan guru lain, bila ternyata materi tersebut diajarkan dalam beberapa mata pelajaran oleh guru yang berbeda.

Ketiadaan sistem evaluasi dan pengukuran seperti itu kemungkinan sekali penilaian tidak bisa dilakukan secara abash dan terpecaya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Dilihat dari aspek suasana dan penekanan proses pembelajaran.

Penerapan pembelajaran terpadu berkecenderungan mengakibatkan “tenggelamnya” pengutamaan salah satu atau lebih mata pelajaran. Dengan kata lain, ketika seorang guru mengajarkan sebuah tema atau pokok bahasan, maka guru tersebut berkecenderungan lebih mengutamakan, menekankan atau mengintensifkan substansi gabungan tersebut sesuai pemahaman, selera, dan subjektifitas guru itu sendiri. Secara kurikuler, akan terjadi pedominasian terhadap materi tertentu, serta sebaliknya sekaligus terjadi proses pengabaian terhadap materi/mata pelajaran lain yang dipadukan.

Kelemahan model pembelajaran terpadu sebagaimana dijelaskan oleh para ahli di atas berlaku juga pada pembelajaran IPA terpadu, karena sama-sama merupakan pembelajaran terpadu.

Artikel Terkait :
Pengertian Model Pembelajaran IPA Terpadu
Karakteristik Model Pembelajaran IPA Terpadu
Manfaat dan Tujuan Model Pembelajaran IPA Terpadu
Prinsip Model Pembelajaran IPA Terpadu


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search