Karakteristik Model Pembelajaran IPA Terpadu

Sebagai suatu proses, pembelajaran terpadu memiliki karakteristik tersendiri, dalam hal ini Sukayati (2004:3) menjelaskan karakteristik pembelajaran terpadu sebagai berikut:

Pembelajaran berpusat pada peserta


  1. Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada peserta, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada peserta didik, baik secara individu maupun kelompok. Peserta didik dapat aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
  2. Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki peserta didik, sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari peserta didik. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan akan berakibat pada kemampuan peserta didik untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.

Belajar melalui pengalaman langsung


  1. Pada pembelajaran terpadu diprogramkan untuk melibatkan peserta didik secara langsung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan peserta didik belajar dengan melakukan kegiatan secara langsung. Sehingga peserta didik akan memahami hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami, bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing ke arah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan peserta didik sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
  2. Lebih memperhatikan proses dari pada hasil semata.
  3. Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilakspeserta an dengan melihat hasrat, minat, dan kemampuan peserta didik,sehingga memungkinkan peserta didik termotivasi untuk belajar terus menerus. 

Sarat dengan muatan keterkaitan

Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak.

Sehingga memungkinkan peserta didik untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat peserta didik lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.

Karakteristik pembelajaran terpadu menurut Hernawan dan Resmini (2005:1.7) adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran terpadu berpusat pada peserta didik (student centered). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar.
  2. Peran guru lebih banyak sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar.
  3. Pembelajaran terpadu dapat memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.
  4. Dalam pembelajaran terpadu pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Bahkan dalam pelaksanaan di kelaskelas khususnya di kelas awal sekolah dasar yaitu kelas satu, dua dan tiga, fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tematema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan peserta didik.
  5. Pembelajaran terpadu menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, peserta didik dapat memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Hal ini diperlukan untuk membantu peserta didik dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Pembelajaran terpadu bersifat luwes (fleksibel), sebab guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan dengan kehidupan peserta didik dan keadaan lingkungan di mana sekolah dan peserta didik berada.
  7. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, peserta didik diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.

Sementara itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (1996:3) menjelaskan karakteristik pembelajaran terpadu adalah sebagai berikut:

Holistik

Suatu gejala atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari beberapa bidang kajian sekaligus dan tidak dari sudut pandang yang terkotakkotak. Pembelajaran terpadu memungkinkan peserta didik untuk memahami suatu fenomena dari segala aspek sisi. Hal ini pada gilirannya nanti akan membuat peserta didik menjadi lebih arif dan bijak di dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada di depan peserta didik.

Bermakna

Pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek seperti
yang sehingga memungkinkan terbentuknya jalinan antar konsep-konsep yang berhubungan yang disebut skemata. Hal ini akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari. Rujukan yang nyata dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lainnya akan menambah kebermaknaan konsep yang dipelajari, selanjutnya hal ini akan mengakibatkan pembelajaran yang fungsional. Peserta didik mampu menerapkan perolehan belajarnya untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul di dalam kehidupannya.

Otentik

Pembelajaran terpadu memungkinkan peserta memahami secara langsung prinsip dan konsep yang ingin dipelajarinta melalui kegiatan belajar secara langsung. Peserta didik memahami dari hasil belajarnya sendiri, bukan sekedar pemberitahuan guru. Informasi dan pengetahuan yang diperoleh sifatnya menjadi lebih otentik. Guru lebih banyak bersifat sebagai fasilitator dan katalisator, sedangkan peserta didik bertindak sebagai aktor pencari informasi dan pengetahuan. Guru memberikan bimbingan kearah mana yang dilalui dan memberikan fasilitas seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan tersebut.

Aktif

Pembelajaran terpadu menekankan keaktifan peserta dalam pembelajaran, baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat dan kemampuan peserta didik sehingga peserta didik termotivasi untuk terus menerus belajar.

Dengan demikian pembelajaran terpadu bukan semata-mata merancang aktivitas-aktivitas dari masing-masing mata pelajaran yang saling terkait. Pembelajaran terpadu dapat saja dikembangkan dari suatu tema yang disepekati bersama dengan melirik aspek-aspek kurikulum yang bisa dipelajari secara bersama-sama melalui pengembangan tema tersebut.

Berdasarkan penjelan karakteristik pembelajaran terpadu sebagaimana yang dijelaskakn oleh para ahli di atas, maka karakteristik pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPA pun demikian, yaitu di dalamnya harus mempunyai karakteristi-karakteristik yang telah dipaparkan, yaitu pembelajaran IPA berpusat pada peserta didik, Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan pada materi IPA, belajar IPA melalui pengalaman langsung, lebih memperhatikan proses pembelajaran IPA dari pada hasil.

Artikel Terkait:
Pengertian Model Pembelajaran IPA Terpadu
Prinsip Model Pembelajaran IPA Terpadu
Manfaat dan Tujuan Model Pembelajaran IPA Terpadu
Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran IPA Terpadu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel