Perjuangan Cheng Ho dari Kasim Hingga Menjadi Laksamana Dinasti Ming

- Januari 19, 2019
Bungfei.com-Cheng Ho yang nama aslinya Ma He itu sejak muda hidup menderita, sebab ia dipisahkan dari keluarganya, kampung halamanya dimusnahkan sementara ia sendiri ditangkap, alat kelaminnya dirusak (dikebiri) kemudian dijadikan Kasim oleh rezim Dinasti Ming.

Sebagaimana diketahui bahwa Kasim waktu itu nasibnya tidak ubahnya semacam Budak (hamba sahaya), meskipun sedikit lebih baik karena tinggal di lingkungan Istana. Namun Kasim tetaplah Kasim, yaitu budak yang lebih terhormat karena tinggal di Istana akan tetapi kelaminnya dipaksa dimatikan.

Pada mulanya  Cheng Ho dibawa ke Nanjing (Ibukota Dinsati Ming) sebagai kasim intern di Istana. Tak lama kemudian dia dianugerahkan oleh Zhu Yuanshang, kaisar pertama Dinasti Ming kepada Zhu Di, puteranya yang keempat sebagai pesuruh. Sejak berbakti kepada Zhu Di, Cheng Ho memanfaatkan segala fasilitas yang ada untuk banyak membaca dan ikut bertempur.

Baca Juga: Kisah Dibalik Matinya Klamin Laksamana Cheng Ho
Istana Chatio Nanjing Bekas Pusat Pemerintahan Dinasti Ming
Pada tahun 1398 M kaisar pertama Dinasti Ming, Kaisar Zhu Yuanshang mangkat. Karena putra mahkotanya Zhu Biao mati muda, maka Zhu Yunwen, anak Zhu Biao, cucu Zhu Yuanshang naik tahta. Berhubung kaisar baru itu masih muda, maka dalam menjalankan pemerintahan ia dibantu oleh beberapa menteri.

Demi memperkokoh kekuasaannya di pusat (saat itu pusat pemerintahan berada di Nanjing), Kaisar Zhu Yunwen dengan dibantu menteri-menteri utamanya mengumumkan titah untuk mengurangi kekuatan raja-raja daerah.

Titah ini mendapat penolakan yang kuat dari raja-raja di daerah, salah satunya adalah Zhu Di (paman Zhu Yunwen/Anak ke IV Kasiar Pertama Dinasti Ming), raja daerah Beiping (sekarang Beijing) yang merupakan raja terkuat diantara semua daerah-daerah.

Akhirnya, dengan dalih untuk membunuh menteri-menteri jahat yang mendampingi Kaisar Zhu Yunwen, Zhu Di mengadakan serangan militer terhadap Nanjing, ibu kota Dinasti Ming. Melalui beberapa pertempuran sengit selama lebih dari tiga tahun, Zhu Di berhasil menduduki Nanjing.

Mantan Kaisar Zhu Yunwen yang digulingkan oleh Zhu Di kemudian hilang tak tentu rimbanya. Sejak Zhu Di naik tahta, sistem tahun Jian Wan untuk Kaisar Zhu Yunwen diganti dengan sistem tahun Yong Le untuk Kaisar Zhu Di.

Dalam usaha menggulingkan kekuasaan Kaisar Zhu Yunwen sejak tahun 1399 M, Cheng Ho senantiasa mendampingi Zhu Di dalam berbagai pertempuran. Dan selama itu pula ia telah “membuat jasa yang luar biasa”.
Cheng Ho-Ilustrasi
Keberanian dan kecerdasan Cheng Ho amat dihargai oleh Kaisar Zhu Di. Maka pada tanggal 1 Januari Imlek tahun Yong Le ke-2 (1404 M) oleh Kaisar Zhu Di dianugerahi nama marga Cheng kepada Ma He. Sejak itu nama Ma He diganti menjadi Cheng Ho.

Tidak sampai situ saja, Kemudian Cheng Ho diangkat sebagai kepala kasim intern, tugasnya membangun istana, menyediakan alat-alat istana, mengurus gudang es, dan lainlain. Pada awal abad ke-15 Kaisar Yong Le (Zhu Di) memerintahkan supaya dilakukan ekspedisi ke Samudera Barat demi memajukan persahabatan dan memelihara perdamaian antara Cina dengan negara-negara asing. Akhirnya Cheng Ho lah yang dipilih sebagai laksamana untuk memimpin ekspedisi ke Samudera Barat.

Begitulah kisah perjuangan Ceng Ho dari yang semula hanya seorang tahanan, kemudian menjelma menjadi kasim kelas teri, setelah itu menjelma menjadi kepala Kasim Interen hingga kemudian diangkat menjadi seorang Laksamana atau Panglima Angkatan Laut Kerajaan.

Memahami hal itu, maka dapat dimengerti bahwa nasib mujur yang diperoleh Cheng Ho tidak lain karena usahanya sendiri, terutamanya usahanya setia membantu Zhu Di selama tiga tahun terjun ke medan peperangan demi merajakan tuannya. Selain itu usahan Ceng Ho yang berhasil merajakan tuannya itu tentu juga dikarena kecerdasan dan kepintaran Cheng Ho dalam memberikan masukan-masukan pada Zhu Di.

Baca Juga: Misteri Keberadaan Makam Cheng Ho


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search