Kisah Dibalik Matinya Kelamin Laksamana Cheng Ho

- Januari 19, 2019
Bungfei.com- Cheng Ho adalah laksamana Kekaisaran China dinasti Ming, laksamana ini dikisahkan pandai berperang, fisiknya pun tampan dan gagah, sebab ia dikisahkan bertubuh tinggi, berperawakan tegap. Sementara lingkaran pinggangnya lebih dari 10 jengkal telunjuk, dahinya menonjol, telinganya besar tapi berhidung kecil, giginya putih dan rapi bagai rangkaian mutiara.

Adapun ayun langkahnya mantap bagai macan, suaranya lantang laksana lonceng. Berotak tajam dan pandai berdebat. Tapi meskipun punya banyak kelebihan rupanya kelaminnya tak berfungsi. Tak bisa tegang sebab kemaluannya dirusak oleh tentara Dinasti Ming  ketika ia masih muda.
Cheng Ho-Ilustrasi
Cheng Ho yang mempunyai nama asli Ma He hidup ketika Kekaisaran China diguncang peralihan kekuasaan dari Dinasti Yuan ke Dinasti Ming (1368). Dinasti Yuan yang pendirinya Khubilai Khan itu hancur oleh Dinasti Ming.

Matinya Kelamin Cheng Ho ada kaitannya dengan peristiwa peralihan kekuasaan di China. Sebab ayah Cheng Ho merupakan pegawai Kekaisaran China dinasti Yuan, ayahnya bernama Ma Haji, sementara buyutnya adalah Sayidina Syamsuddin (1211-1279) merupakan seorang muslim dan pejabat tinggi pada masa Dinasti Yuan, buyutnya  memiliki jasa dalam memimpin pembangunan di negara itu.

Selepas Dinsti Yauan diruntuhkan pada 1368, Kaisar Dinasti Ming menugaskan tentaranya untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dahulu menjadi kaki tangan dinsati Yuan. Dalam hal ini keluarga Cheng Ho terkena imbasnya.

Kampung tempat tinggal Cheng Ho diserbu tentara, orang-orang yang dianggap kaki tangan Dinasti Yuan ditangkap, bahkan ada juga yang dibunuh ayahanda Cheng Ho dalam serbuan ini termasuk yang terbunuh. Sementara salah satu orang yang ditangkap itu adalah Cheng Ho waktu itu Cheng Ho berumur 12 tahun.

Selepas di tangkap, Cheng Ho  kemudian diseret oleh tentara ke pusat kerajaan di Nanjing,karena Cheng Ho ini masih muda, dan dianggap belum punya dosa masa lalu maka ia tidak jadi dihukum mati oleh pemerintah Dinasti Ming.
Istana Chation Nanjing, Bekas Pusat Pemerintahan Dinasti Ming
Di Istana Nanjing ia kemudian dijadikan Kasim. Yaitu Pelayan Istana sekelas budak yang kelaminnya dikebiri atau dimatikan menggunakan teknik tertentu sehingga tidak lagi dapat menjadi bahaya bagi lawan jenisnya.

Pada mulanya, dimatikannya kelamin Cheng Ho secara paksa itu tentu membuat ia menderita, sebab selain sakitnya luar biasa ia juga tidak mungkin lagi menjadi manusia normal yang punya keturunan, tapi rupanya Cheng Ho sadar bahwa hal itu sudah menjadi suratan takdirnya.

Ketika menjadi Kasim, Cheng Ho rupanya menjelma menjadi kasim yang pandai dan giat iapun akhirnya ditugaskan untuk melayani Zhu Di anak keempat Kaisar China Dinasti Ming Pertama (Zhu Yuanshang).

Kelak ketika Cheng Ho melayani Zhu Di inilah hubungan pertemanan diantara keduanya terbina, nasib Cheng Ho berubah dari yang semula sebagai kasim menjadi seorang Laksamana Kekaisaran Dinasti Ming ketika Dzhu Di berhasil mengkudeta Kaisar (Kaisar Ke III dinasti Ming) dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar Dinasti Ming yang baru.

Baca Juga: Perjuangan Cheng Ho dari Kasim Hingga Menjadi Laksamana Dinasti Ming


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search