Wafatnya Khalid bin Walid

Setelah memeluk Islam, Khalid bin Walid telah menjalani hidupnya dengan mengikuti banyak pertempuran demi mendapatkan kesyahidan. Ia sering mengancam musuh-musuhnya dengan mengatakan bahwa ia orang yang siap untuk mati ataupun hidup. Dalam banyak pertempuran yang ia ikuti dalam ratusan pertempuran, Khalid selalu selamat dari kematian.

Setelah pensiun dari segala jabatan yang diembannya pada masa Khalifah Umar bin Khathab, Khalid bin Walid menghabiskan hari-harinya di rumah miliknya yang berada di kota Homs. Ia hidup di sana selama empat tahun.

Ketika kematian hendak menjemputnya, dari kedua matanya mengalirkan air mata karena sesungguhnya dia sangat sedih. Air matanya keluar bukan karena dia takut dengan kematiannya, namun karena selama ini dia menghadapi kematian dengan ketajaman pedangnya di setiap peperangan, sehingga dia membawa nyawanya di atas ujung pedang maupun tombaknya.

Kesedihan Khalid di sisi lain dikarenakan dia sangat merindukan perang, dia merasa tersiksa karena harus mati di atas ranjangnya. Padahal selama ini dia selalu mendatangi medan-medan peperangan dan menjadikan hati setiap penentang gemetar karena sepak terjangnya.

Akhir hayat Khalid bin Walid terjadi pada tahun 21 H/642 M, tepatnya pada tanggal 18 Ramadhan tahun 21 Hijriyah bertepatan dengan 20 Agustus 642 Masehi. Adapun yang membuat mengherankan adalah bahwa ia meninggal di atas tempat tidurnya.

Dari perkataan terakhir Khalid Ibn Walid yang popular kita ketahui bahwa ia mengungkapkan rasa sedih dan sesalnya seperti ini, “Aku telah datang di banyak peperangan, dan aku hanya menginginkan sayatan pedang di tubuhku, lemparan panah, atau tusukan tombak. Jika aku mati di atas ranjangku, maka seperti matinya seekor unta, sehingga matamata orang takut tidak akan pernah tidur".

Ketika berita duka sampai kepada Khalifah Umar bin Khattab, dia berkata, “Biarkan para wanita Bani Makhzum menangisi Abu Sulaiman, karena sesungguhnya mereka tidak berdusta, sesungguhnya orang seperti Abu Sulaiman akan ditangisi oleh siapapun. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Abu Sulaiman, Allah telah memilihkan jalan yang lebih baik baginya. Ia telah meninggal dalam keadaan bahagia dan hidup dengan penuh pujian".

Khalid Ibn Walid meninggal di usia 58 tahun, sebabnya karena menderita sakit yang diakibatkan wabah, sebab lainnya adalah karena ia merasa sedih terhadap anak-anaknya yang saat itu mengalami sakit juga akibat terjadinya wabah penyakit yang menular.

Empat puluh putranya meninggal dunia karena wabah penyakit menular yang terjadi pada saat itu. Ketika Khalid Ibn Walid meninggal, tidak ditemukan apa-apa di dalam rumahnya selain seekor kuda, senjata, dan seorang budak yang ia miliki.

Baca Juga: Duel Khalid bin Walid Vs Umar bin Khattab

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel