Khalid bin Walid Masuk Islam

Pada awalnya Khalid Ibn Walid sangat ragu-ragu untuk bergabung dan mau masuk Islam. Namun demikian, setelah melalui beberapa proses soal kebenaran ajaran yang dibawa Rasulullah Saw akhirnya ia mendapatkan hidayah dan masuk Islam pada bulan Shafar tahun 8H/629M, enam bulan sebelum Fathul Makkah. Atau dua bulan sebelum terjadinya perang Mu‟tah, tepatnya bulan Jumadil awal tahun 8 H.

Saat Khalid Ibn Walid dalam kondisi mulai menyadari kebenaran Islam, Rasulullah Saw kembali ke Makkah untuk melakukan umrah qadha, Khalid telah pergi dan tidak menyaksikan masuknya Nabi ke Makkah. Namun saudaranya AlWalid bin Al-Walid telah masuk Makkah bersama Nabi dalam Umrah qadha.

AlWalid mencari saudaranya Khalid namun tidak menemukannya, lalu ia menulis surat yang tertulis: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesungguhnya aku tidak melihat yang lebih mengherankan dari pada hilangnya akalmu terhadap agama Islam dan apakah Islam tidak diketahui oleh seorang pun?

Lalu Rasulullah bertanya kepada Walid bin Walid mengenai saudaranya Khalid Ibn Walid, “Dimana Khalid?” Walid menjawab, “Allah akan membawanya datang ke sini.” Setelah suratnya sampai kepada Khalid ia berkata, “Setelah suratnya sampai kepadaku, aku semangat untuk keluar, dan keinginanku untuk masuk Islam semakin bertambah dan aku senang dengan ucapan Rasulullah.”

Hingga pada pagi harinya Khalid tiba di Huddah, kami mendapati Amru bin Al-Ash di sana, ia menyambut kaum yang datang, kemudian kami menerima sambutannya dan ia bertanya, “Kalian mau berjalan ke mana?” Kami balik bertanya, “Apa yang membuat kamu keluar sampai ke sini?” Kami menjawab, “Kami ingin masuk Islam dan mengikuti Muhammad Saw.” Ia berkata, “Itu juga yang membuatku keluar.” Kemudian kami berjalan bersama sampai kami tiba di Madinah, dan lantas mengistirahatkan kendaraan kami di Harrah.

Lalu Rasulullah dikabarkan tentang maksud kami, maka beliau dengan gembira menerima kedatangan kami, saudaraku berkata Al-Walid,”Bergegaslah, Rasulullah Saw. telah dikabari tentang kamu, dan beliau gembira dengan kedatanganmu dan sekarang sedang menunggu kalian.” Kemudian aku bergegas berjalan, aku melihatnya tersenyum kepadaku sampai aku berdiri di depannya dan aku mengucapkan salam kenabian dan beliau membalas salamku dengan muka yang bahagia, lalu aku berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau Muhammad adalah utusan Allah.” Rasulullah bersabda,”Alhamdulillah, Allah telah memberi hidayah kepadamu. Aku telah melihat kamu memiliki akal yang cerdas dan aku berharap Allah tidak menyerahkanmu kecuali kepada kebaikan.”

Khalid berkata,”Wahai Rasulullah, aku telah melihat diriku dalam pertempuran-pertempuran, selalu bersikeras menghalangi kebenaran maka doakanlah aku supaya Allah mengampuniku.” Kemudian Rasulullah bersabda,”Agama Islam telah menghapus apa yang sebelumnya.” Kemudian Khalid bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah ini terjadi pada diriku?” Rasulullah bersabda sambil mengangkatkan kedua tangannya dan berdoa,”Ya Allah, ampunilah Khalid semua yang pernah ia lakukan dari menghalangi jalan-Mu.”

Peristiwa kedatangan mereka ke Madinah adalah pada bulan Shafar tahun 8H/629M. Sejak Khalid Ibn Walid masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah meninggalkan Khalid Ibn Walid untuk ikut bermusyawarah dalam urusan-urusan yang dihadapi kaum muslimin. Jelas menggambarkan bahwa betapa pentingnya Khalid Ibn Walid pada diri Rasulullah Saw. maupum kaum muslimin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel