Uji Validitas Dengan SPSS

- Desember 04, 2019
Menurut Arikunto (2010: 211), uji validitas dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas instrument, dikatakan valid apabila instrumen mampu mengukur apa yang diinginkan atau dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Uji validitas diperlukan dalam penelitian ilmiah yang merupakan dasar untuk mempercayai bahwa instrumen tersebut benar-benar layak digunakan dalam penelitian.

Pada penelitian Skripsi atau tesis yang menggunakan angket/kuesioner sebagai instrument penelitiannya perlu dilakukan uji validitas terlebih dahulu agar data-data yang dihasilkan dari angket tersebut valid. Uji validitas angket bisa dilakukan dengan penggunan rumus Bivariate Pearson dengan bantuan SPSS.

Contoh Kasus

Widya seorang Mahasiswi Jurusan Pendidikan Agama Islam melakukan penelitian dengan menggunakan angket atau kuesioner untuk mengetahui dan memperoleh data tentang “Motivasi Belajar Siswa”. Widya membuat 10 butir pernyataan angket dengan menggunakan skala likert sebagai pilihan jawabannya, yaitu angka 3= Ya, angka 2 = Kadang-kadang dan angka 1= Tidak. Setelah membagikan angket kepada 18 Responden didapat tabulasi data angket sebagai berikut:

Langkah-Langkah Uji Validitas Dengan SPSS

Buka program SPSS dengan klik Start. Setelah terbuka secara normal, barulah kemudian klik Variabel View. Pada kolom Name ketik item 1 sampai 10 kemudan terakhir ketik skor total. Untuk kolom Decimals, ubah menjadi 0 berlaku untuk semua item dan Skor Total. Pada kolom Marsuse ubah jadi ordinal pada seluruh item, sementara Skortotal Scale. selanjutnya pada kolom lainnya bisa dikosongkan. Jika anda sudah benar dalam melakukannya, maka tampilannya sebagai berikut: 
Selanjutnya buka halaman data view dengan klik data view maka didapat kolom varabel item 1 hingga itm Skor Total. Selanjutnya ketikan data sesuai dengan data tabulasi data angket yang telah didapat. Jika yang dilakukan anda sudah benar maka tampilannya sebagai berikut:

Selanjutnya, klik Analyze>>Corelate>>Bivariate. Selanjutnya akan terbuka kotak dialog Bivariate Corelations sebgai berikut:
Klik semu item dan skortotl, kemudian masukan kekotak variabels. Klik oke, maka hasil output yang didapat adalah sebagai berikut: 
Hasil output perhitungan uji validasi tergambar jelas pada garis kotak merah di atas dan selanjutnya nila-nilai tersebut dinamakan r-hitung, untuk mengetahui validitasnya maka yang dilakukan selanjutnya adalah membandingkan nilai r-hitung dengan r-tabel. 

Nilai r-tabel dari signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) =18 adalah (0,468). Rumusnya adalah jika nilai r-hitung lebih besar dari r-tabel maka valid sebaliknya jika r-hitung lebih kecil dari r-tabel maka dinayatakan tidak valid. 

Hasil perbandingan antara r–hitung dan r-tabel dalam contoh kasus ini tergambar dari table berikut:


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search