Uji Reabilitas dan Uji Validitas Dalam Statistika

- April 24, 2019

Bungfei.com-Dalam statistika dikenal istilah uji reabilitas dan uji validitas, uji ini berhubungan dengan instrument penelitian. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai keduanya.

Uji Reabilitas

Instrumen yang reliabel berarti instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2015:173).

Instrumen penelitian yang baik disamping harus valid juga harus reliabel (dapat dipercaya) artinya nilai yang mana apabila diteskan pada kelompok yang sama pada waktu yang berbeda akan menghasilkan nilai yang sama pula.

Dalam menguji reliabilitas, instrumen dalam penelitian ini diukur berdasarkan hasil uji coba perangkat instrument. Untuk memperoleh nilai koefisien reliabilitas seluruh tes digunakan rumus Koefisien Alfa (α) dari Cronbach  yaitu :
Dimana:
Langkah yang dapat dilakukan dalam menguji reliabilitas instrument adalah sebagai berikut :
Memberikan skor terhadap instrument yang telah diisi oleh tiap responden

  1. Untuk mempermudah pengolahan data, buat table pembantu untuk mendapatkan skor-skor item diperoleh.
  2. Menghitung jumlah skor item yang diperoleh oleh masing-masing responden.
  3. Menghitung kuadrat jumlah skor item yang diperoleh oleh masing-masing responden.
  4. Menghitung varians masing-masing item
  5. Menghitung varians total
  6. Menghitung nilai koefisien alfa
  7. Membandingkan nilai koefisien alfa dengan nilai koefisien korelasi Product Moment yang terdapat dalam tabel
Kriteria reliabilitas mengacu pada aturan Nunnally dalam Sugiyono (2015:93), yaitu:
  1. antara 0,81 sampai dengan 1,00 = sangat tinggi
  2. antara 0,61 sampai dengan 0,80 =  tinggi
  3. antara 0,41 sampai dengan 0,60 = cukup
  4. antara 0,21 sampai dengan 0,40 = rendah
  5. antara 0,00 sampai dengan 0,20 = sangat rendah

Uji Validitas

Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2015:173). Validitas merupakan tingkat dimana suatu instrument mengukur apa yang seharusnya diukur, dengan demikian data yang diperoleh dari suatu penelitian perlu diuji validitasnya, agar kesimpulan yang diperoleh dari analisa yang dilakukan dapat benar-benar menunjukan dari kondisi yang sebenarnya.

Pengujian validitas yang akan dilakukan untuk semua instrument dalam penelitian ini adalah uji validitas item, dengan cara ini suatu item/butir dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap skor total, atau terdapat kesejajaran antara skor item dengan skor total.

Adapun rumus yang digunakan adalah Korelasi Product Moment, yang dikemukakan oleh Pearson, dengan langkah sebagai berikut :
  • Memberikan skor (skoring) item-item yang perlu diberi skor
  • Membuat table pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh untuk setiap respondennya. Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data selanjutnya.
  • Menghitung jumlah skor item yang diperoleh oleh masing-masing responden.
  • Menghitung nilai koefisien korelasi product moment untuk setiap bulir/item angket dari data observasi yang diperoleh.

Keterangan :
rxy = koefisien korelasi pearson antara item instrument yang akan digunakan dengan variabel yang bersangkutan
Xi = nomor item ke i
Yi = skor semua item instrument dalam variabel tersebut
n = jumlah responden dalam uji instrument
  • Membandingkan nilai koefisien korelasi product moment hasil perhitungan dengan nilai koefisien korelasi product moment yang ada dalam tabel.
  • Mengkonsultasikan ke tabel signifikansi 5% (p=0,05), dan ketentuannya sebagai berikut :
  1. Item pernyataan responden penelitian dikatakan valid jika nilai sig. < 0,05
  2. Item pernyataan responden penelitian dikatakan tidak valid jika nilai sig. > 0,05.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search