Sepertinya Capres 02 Pantang Mengaku Kalah Sebelum Terkapar

- April 19, 2019
Bungfei.com-Seperti bocah SD yang merasa lebih hebat dari bocah SD lainnya, ia terus menyerang kakak kelasnya yang SMP, berkali-kali ia memukul lawanya, tapi lawannya tak bergeming, apabila kakak kelasnya balas memukul, bocah SD itupun langsung tersungkur, tapi karena bocah SD itu semangatnya luar biasa sehingga meski ia tersungkur bekali-kali, tetapi ia terus menyerang lawannya walau sambil termehek-mehek.

Drama di atas, sering penulis lihat dalam dunia anak-anak, bahkan drama semacam itu ada juga yang mendokumentasikannya dalam bentuk rekaman vidio, menikmati pemandangan seperti itu penulis biasanya terpingkal-pingkal sebab ada lelucon dalam peristiwa itu.

Selepas Pemilihan Presiden pada 17 April 2019, penulis menganggap ada persamaan antara tingkah laku Capres 02 dengan kisah bocah SD yang merasa lebih hebat dari bocah SD lainnya itu.

Capres 02 menolak kalah meskipun babak belur, ia tetap yakin dengan kemampuan dan kehebatannya meski sempoyongan, dikatakan demikian karena seluruh saksi independen menertawakan kekalahannya.

Para saksi-saksi independen itu adalah lemba-lembaga survei Kredibel, fungsinya sama seperti para penonton dan pengamat waras  yang menyaksikan duel antara bocah SD petangtang-petengteng Vs Anak SMP yang tenang, Penilaiannya Independen dapat dicermati dengan jelas.

Penulis meyakini, bahwa Capres 02 sebenarnya sadar betul akan kekalahannya, Tapi demi harga diri serta reputasinya, Capres 02 tak akan mengaku kalah sebelum benar-benar terkapar, mereka pantang mengakui kekalahan selama KPU sebagai wasit resmi perlombaan belum memutuskannya kalah.

Drama semacam itu sebenarnya lumrah bagi orang-orang yang mengaku Patriot, sebab katanya seorang Patriot sejati tidak akan mengakui kekalahan sebelum benar-benar terkapar. Pandangan semacam itu menurut penulis memang baik, baik  bila diterapkan pada hal-hal yang tepat.

Tapi jika drama semacam itu diterapkan pada pesta demokasi tentu kurang elok, sebab orang yang kalah kemudian tidak mengakui kekalahannya, ia cenderung mencari-cari lasan yang membabi buta.

Dalam hal ini, sebiknya Capres 01, mengumpulkan segenap tenaganya kemudian hujamkan pukulan telaknya sehingga Capres 02 itu benar-benar terkapar, sebab kalau sudah terkapar mau tidak mau Patriot itu mengakui kekalahannya, sebab bilapun ia tetap menolak kalah, setidaknya dunia sudah tau bahwa yang bersangkutan memang sudah kalah. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search