Suku Jawa Cikal Bakal Orang Patani

- Januari 12, 2019
Patani kini adalah suatu daerah yang masuk pada wilayah Negara Thaliand, letaknya berbatasan dengan wilayah Malaysia. Yang menjadi unik mengenai Patani adalah karena menurut  penelitian Seni Madakakul yaitu seorang ahli antropologi sosial di Prince of Songkla University Patani, menyatakan bahwa asal muasal orang Patani berasal dari suku Javanese-Malay.

Seni Madakakul   menambahkan, bahwa orang Patani dinyatakan berasal dari Melayu Jawa atau Javanese-Malay karena katanya orang-orang suku Melayu Jawa lah yang pertama-tama mendiami Patani, kemudian disusul suku dan bangsa lainnya seperti India, Cina, Arab dan lain sebagainya.

Kapan Suku Jawa datang dan membangun Patani..?, inilah yang masih menjadi bahan yang dicari-cari penulis. Mengingat sejauh ini penulis belum mendapatkan data lengkap yang membahas mengenai alasan dibalik hasil penerlitian antropolog Thaliand yang menyatakan orang Patani berasal dari Suku Jawa.

Ditinjau dari sejarahnya, sebelum dinamakan Patani negeri itu dahulu dikenal dengan nama Langkasuka, nama Langkasuka sendiri tercatat dalam Naskah Negara Kertagama sebagai Negara Sahabat Majapahit, oleh karena itu negara ini bukan termasuk negara jajahan Majapahit.

Langkasuka dalam sejarahnya eksistensinya telah disebut-sebut semenjak abad ke 7-8 Masehi, dalam naskah-naskah kekaisaran China seperti, naskah Liang Shu, Tung Tien, Tai-p’ing Huan,Yu Chi dan Wen-hsien tung-kao Langkasuka disebut “Lang-ya-Hiu”, menurut catatan ini Kerajaan Langkasuka letaknya di sekitar lautan selatan, jaraknya dari Canton 24,000 li.
Peta Patani
Selain disebutkan dalam beberapa Naskah Cina yang dibuat abad ke 7-8 Masehi, nama Langkasuka juga disebut dalam Prasasti Tanjore yang berasal dari peninggalan Kerajaan Chola India, prassti ini ditulis pada 1030M.

Dalam Prasati yang ditulis pada 5 lempeng tembaga ini disebutkan nama Langkasuka dengan sebutan “Ilangasoka” dalam prasasti ini disebutkan letak Ilangasoka berada di utara Semenanjung (Maksudnya Semenanjung Malaya).

Nama Ilangasoka disebut dalam Prasasti ini karena Kerajaan Chola waktu itu melakukan penaklukan pada wilayah Kerajaan Sriwijaya yang beribukota di Khadaram (Kedah). Berdasarkan Prasasti Tanjore dapat dimengerti bahwa Langkasuka pada Abad ke 10-11 merupakan jajahan atau bagian wilayah Kerajaan Sriwijaya.

Selanjutnya, mengenai perubahan nama Langkasuka menjadi Patani, disebutkan dalam hikayat Patani, dalam hikayat ini dijelaskan bahwa pada suatu hari Phaya Tu Nakpa (Raja Langkasuka) pergi berburu kehutan yang ujungnya pantai.

Pada pantai itu terdapat sebuah pondok yang diami oleh Pak Tani (Seorang Petani Tua). Menurut pengamatan Phaya Tu Nakpa wilayah yang ditinggali Pak Tani itu sangat strategis, dan cocok digunakan sebagai Ibukota Kerajaan baru.

Karena merasa cocok, maka Ibukota Kerajaan yang dahulu terletak di Kota Mahligai dipindahkan ke daerah tersebut, daerah yang dahulunya ditempati oleh seorang Pak Tani, maka sebab itulah kemudian negeri dan ibukota baru itu kemudian dikenal dengan nama Pak Tani. Lama kelamaan kata Pak Tani berubah menjadi Patani.

Sumber Bacaan
Rusnan Che-ma. 2015. Sejarah Dakwah Islam Pada Masa Raja Phaya Tu Nakpa Di Patani Selatan Thailand. Skripsi. UIN Walisongo Semarang


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search