An-Nizami Penulis Laila dan Majnun

Kisah cinta Laila dan Majnun memang mendunia, bahkan kisah cinta tersebut menjadi inspirasi dituliskanya kisah Romeo Juliet oleh William Shakespeare pada tahun 1616 Masehi. Kisah Laila Majnun ditulis oleh sastrawan Islam besar bernama Nizami, ditulis pada abad ke 12 Masehi.

Kisah Laila Majnun ditulis oleh Syaikh Nizami pada tahun 1188 M, bentuknya berupa syair,  ditulis berdasarkan cerita rakyat Arab-Persia yang telah ada sejak lima ratus tahun sebelumnya. Dalam masyarakat Arab-Persia ketika itu, Majnun acapkali dihubungkan dengan tokoh yang benar-benar pernah ada, yaitu Qays bin al-Mulawwah, yang mungkin hidup pada paruh kedua abad ke-7 di padang pasir Najd di semenanjung Arab.

Pada masa Nizami hidup, ada banyak sekali variasi tema mengenai Majnun yang tersebar di seluruh daerah itu, tetapi yang terkenal tetap saja gubahannya.

Syekh Hakim An-Nizami yang biasa disebut Nizami, dikenal sang penutur kisah cinta yang mendunia. Nama kecilnya Ilyas. Terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal kelahirannya. Sebagain ahli sejarah menyebut tahun 1155 sebagai tahun kelahirannya, sebagaian yang lain mengatakan bahwa beliau lahir pada akhir 1162.

An-Nizami lahir di kota Ganji, tidak jauh dari Bakou, bekas wilayah Azerbaijan (Soviet), di Iran bagain utara. Tidak mengherankan jika latar cerita dalam karyanya adalah gurun Arabia dan pegunungan Kurdi.

Semasa hidupnya An-Nizami dikenal menguasai banyak ilmu, mulai dari matematika, norma hukum islam, filsafat yunani, dan ilmu pengobatan. Enam karya utamanya termasuk Laila Majnun disusun dalam gaya bahasa puitis yang dikenal dengan masnawi.

Novel Laila Majnun Karya Nizami ini menggambarkan masyarakat Arab dan Persia, Laila Majnun hingga kini masih terus dikenang sebagai sebuah kisah mengenai keabadian cinta. Qais dan Laila adalah sepasang anak muda yang tampan dan cantik yang lahir dalam keluarga terhormat.

Qais adalah anak seorang pemimpin kabilah dari Bani Amir dan Laila adalah anak pemuka kabilah yang lain. Kisah cinta Qais dan Laila bermula dari sebuah sekolah. Cinta mereka kemudian kandas oleh adat masyarakat yang pada waktu itu mengharamkan hubungan lelaki dan perempuan secara terbuka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel