Kepepet Alasan Faktual Penyebab Meletusnya Perang Salib

Penyebab Perang Salib
Para Sarjana Barat menuliskan bahwa penyebab utama meletusnya perang Salib karena Paus Urbanus II geram atas tingkah laku orang Islam yang melarang orang-orang Kristen Eropa untuk berziarah ke Yerusalem. Alasan tersebut tentu mengada-ada, tidak masuk akal, karena  faktanya sebab utama dari meletusnya perang Salib adalah karena kepepet.

Kerajaan Romawi Timur (Bizantium) dari abad 10 hingga 11 Masehi benar-benar dalam kondisi klimpungan, wilayah jajahannya yang begitu luas satu persatu dipreteli oleh berbagai Dinasati Kerajaan-Kerajaan Islam. Sementara disisi lain negara tentangganya, Kesultanan Turki Saljuk juga terus mempreteli wilayah inti kekuasaan Romawi Timur.

Alexios 1, Raja Romawi Timur gusar menghadapi kondisi negaranya yang dari segala segi telah dicengkram oleh kekutan baru. Ia khawatir tidak lama lagi Ibu Kota Kerajannya (Konstantinopel) akan direbut Turki Saljuk.

Alexios 1 sebetulnya ingin membangun armada tempur kerajannya sebesar mungkin, namun hal tersebut tidak dapat ia lakukan, sebab sebagian besar jalur pendapatan ekonomi negaranya sudah diblokade dan dikuasai musuh, Alexios 1 benar-benar kepepet.

Saban hari Alexios 1 berfikir keras untuk menemukan solusi dalam rangka menghadang laju musuh-musuhnya.

Akhirnya, seperti dibisiki iblis, ia menemukan cara jitu untuk melawan musuh-musuhnya, yaitu dengan cara mengobarkan “Perang Agama”.

Perang agama atau juga kadang disebut perang suci adalah cara yang cukup murah, sebab nantinya tentara yang direkrut cukup diiming-imingi janji surga dan beberapa harta rampasan perang jika menang. 

Negara tidak memiliki beban untuk merekrutnya menjadi tentara resmi sehingga dengan digelorakannya perang Agama, Alexios 1 yang sebetulnya sedang kepepet masalah keuangan tidak perlu mengeluarkan banyak harta untuk dapat melawan musuh-musuhnya.

Buah pemikiran Alexios 1 itupun akhirnya di implemetasikan, dalam rangka menjalankan idenya, ia menggandeng Paus Urbanus II, Pimpinan tertinggi agama Kristen yang ketinggian dan sabdanya lebih bertuah dari raja-raja di Eropa kala itu.

Keduanya sepakat untuk mengobarkan Perang Salib, keduanya juga diikat perjanjian yang sama-sama menguntungkan. Alexios 1 berjanji apabila Paus menyerukan seruan perang agama pada orang Islam khusunya Turki Saljuk, ia akan memberikan Yerusalem sebagai wilayah kekuasan Paus apabila kelak dapat direbut. Perjanjian yang demikian itu akhirnya disetujui oleh Paus Urbanus II.

Selanjutnya pada tahun 1095 Paus Urbanus II mendeklarasikan perang Agama, musuhnya orang-orang Islam dan kerajaan-kerajaan Islam yang menguasai wilayah-wilayah di timur tengah khususnya Yerusalem. 

Selepas pristiwa itu, orang-orang Eropa yang tertarik pada pengampunan dan janji surga berbondong-bondong menjadi tentara sukarela, tujuan mereka cuma dua mati masuk surga atau hidup bergelimang harta karena menang memerangi orang-orang Islam.

Kelak dalam peperangan yang terjadi selama empat tahun itu (1096-1099), atau yang yang dalam sejarah dikenal dengan nama Perang Salib I, secara brutal tentara Salib mampu merebut Yerusalem.

Baca Juga: Kerancuan dalam Perang Salib 4

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel