Nyai Nafisah Cinta Pertama K.H Hasyim Asy’ari

- April 12, 2019
Bungfei.com-K.H Hasyim Asy’ari merupakan pendiri NU, ormas Islam terbesar didunia, kiprahnya buat bangsa dan Negara sudah tidak dapat diragukan lagi, maka tidaklah mengherankan jika Pemerintah menganugerahinya dengan gelar Pahlawan Nasional.

Ada beberapa kisah hidup Kiai Hasyim yang layak dibagikan, salah satunya mengenai wanita-wanita yang turut mewarnai hidupnya.  Pada umur 21 tahun, K.H Hasyim Asy’ari menikah dengan cinta pertamanya, pernikahan itu berlangsung pada tahun 1308H yang bertepatan dengan tahun 1892 M, akan tetapi pernikahan ini tidak berlangsung lama sebab takdir memisahkan keduanya untuk selama-lamanya.

Nyai Nafisah merupakan gadis ayu yang bersahaja, merupakan putri dari Kai Ya’qub yaitu seorang ulama terkemuka dari Siwalan Panji, Sidoarjo. KH Hasyim Asy’ari menikahi Nyai Nafisah selepas menyelesaiakan pengembaraan intelektualnya diberbagai pesantren yang ada di Jawa dan Madura.

Selepas beberapa bulan masa pernikahan di Jawa, akhirnya bersama istri dan mertuanya Hasyim Asy’ari berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.
KH Hasyim Asy'ari Muda
Bersama istrinya, Hasyim Asy’ari  kemudian melanjutkan tinggal di Mekah untuk menuntut ilmu, akan tetapi kira-kira tujuh bulan kemudian, Nyai Nafisah meninggal dunia setelah melahirkan seorang putera bernama Abdullah.

Selanjutnya, ketika belum kering benar air mata Hasyim Asy’ari  karena kehilangan cinta petamanya, ternyata 40 hari kemudian anak pertamanya turut pula menghadap Allah menyusul Ibunya.

Kematian dua orang yang sangat dicintainya itu, membuat Hasyim Asy’ari sangat terpukul. Akhirnya Hasyim Asy’ari kemudian memutuskan untuk tidak berlama-lama tinggal di tanah suci beliaupun kembali ke Indonesia setahun kemudian.

Petualangan Cinta K.H Hasyim Asy’ari Selepas Kematian Nyai Nafisah

Sedikit demi sedikit selepas ditinggal wafat cinta pertama dan putra pertamanya Hasyim Asy’ari kembali bangkit menyosngsong hidup, ilmu-ilmu yang didapat dari pengembaraan intelektualnya pun diajarkan kepada khlayak ramai.

Pada tahun 1899 M  K.H Hasyim Asy’ari kembali menikah lagi dengan seorang gadis anak Kiai Romli dari desa Karangkates, Kediri  bernama Khadijah. Namun lagi-lagi pernikahannya dengan istri keduanya ini  juga tidak bertahan lama, karena dua tahun kemudian (1901M), Nyai Khadijah meninggal dunia.

Selanjutnya untuk ketiga kalinya, Kiai Hasyim menikah lagi dengan perempuan bernama Nafiqah, anak Kiai Ilyas, pengasuh pesantren Sewulan Madiun.

Dari hasil perkawinannya dengan Nyai Nafiqah, Kiai Hasyim mendapatkan sepuluh orang anak, yaitu : Hannah,Khoiriyah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid, Abdul Hakim (Abdul Kholik), Abdul Karim, Ubaidillah, Mashuroh, dan Muhammad Yusuf. Perkawinan Kiai Hasyim dengan Nafiqah juga berhenti di tengah jalan, karena Nafiqah meninggal dunia pada tahun 1920 M.

Sepeninggal Nafiqah, Kyai Hasyim memutuskan menikah lagi dengan Masruroh putri Kyai Hasan yang juga pengasuh pesantren Kapurejo, Pagu (Kediri). Dari hasil perkawinan keempatnya ini, Kyai Hasyim memiliki empat orang anak: Abdul Qadir, Fatimah, Khodijah dan Muhammad Ya’qub.

Perkawinan dengan Masruroh ini merupakan perkawinan terakhir bagi Kyai Hasyim hingga akhir hayatnya. Begitulah kisah mengenai Nyai Nafisah Cinta petama K.H Hasyim Asy’ari serta petualangan Cinta K.H Hasyim Asy’ari selepas kematian Nyai Nafisah.

Baca Juga: Biografi KH.Hasyim Asy'ari, Pendiri Nahdlotul Ulama

Daftar Bacaan
[1] Achmad Muhibbin Zuhri, Pemikiran KH.M.Hasyim Asy’ari Tentang Ahl Al-Sunnah wa Al- Jama’ah (Surabaya: Khalista,2010),67.
[2] Ishomudin Hadziq, KH. Hasyim Asy’ari: Figur Ulama & Pejuang Sejati(Jombang: Pustaka Warisan Islam Tebuireng,2007),12.
[3] Muhammad Rifai, KH.Hasyim Asy’ari: Biografi Singkat 1871-1947(Jakarta: Garasi,2009),38.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search