Sistem Ekskresi Pada Manusia Disertai Gambar dan Referensi

- Maret 15, 2019
Bungfei.com-Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair atau zat gas. Zat-zat sisa berupa urine dikeluarkan oleh ginjal, keringat dikeluarkan oleh kulit, empedu dikeluarkan oleh hati dan CO2 dikeluarkan oleh paru-paru. Zat-zat ini harus dikeluarkan dari tubuh karena jika tidak dikeluarkan akan mengganggu bahkan meracuni tubuh. (Pratiwi, 2009:58).

Berdasarkan penjelassan di atas dapatlah dipahami bahwa yang dimaksud dengan sitem Ekskresi adalah sistem pengeluaran zat sisa metabolisme baik berupa zat cair atau zat gas melalui alat-alat Ekskresi yaitu ginjal, hati, paru-paru, dan kulit. Adapun fungsi dari sistem Ekskresi sendiri aalah untuk membuang limbah yang tidak berguna dan beracun dari dalam tubuh, mengatur konsentrasi dan volume cairan tubuh (Osmoregulasi) dan mempertahankan temperatur tubuh dalam kisaran normal (Termoregulasi).

Struktur dan Fungsi Alat-lat Ekskresi Pada Manusia

Proses pegeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dari dalam tubuh dapat berlangsung melalui ginjal, kulit, paru-paru dan hati atau saluran pencernaan. Oleh karena itu sstrukur dan fungsi alat-alat Ekskresi yang akan dibahas adalah mengenai itu.

1. Ginjal

Ginjal (ren) manusia berjumlah sepasang, terletak di rongga perut sebelah kanan depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakang bagian pinggang. Ginjal kanan lebih rendah dari pada ginjal kiri karena di atas ginjal kanan terdapat hati. Ginjal berbentuk seperti biji ercis dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal merupakan alat pengeluaran, yang mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk urine. Urine mengandung air, urea, dan garam mineral.

Ditinjau dari anatominya, Ginjal terdiri atas lapisan luar dan dalam. Lapisan luar ginjal disebut korteks atau kulit ginjal. Korteks mengandung kurang lebih 1 juta nefron. Tiap nefron terdiri atas badan malpighi (badan renalis) yang tersusun dari capsula Bowman dan glomerulus. Lapisan dalam Ginjal disebut medula atau sumsum ginjal. Medula terdiri atas tubulus kontorti yang bermuara pada tonjolan papila di ruang ginjal ( pelvis renalis). Tubulus kontorti terdiri atas tubulus kontorti proksimal dan tubulus kontorti distal. (Saktiyono,2009:111).

Sementara itu ditinjau dari fungsinya, ginjal memliki beberapa fungsi yaitu mengeskresi zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen, misalnya amonia dan garam mineral, mengatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa darah, mengatur keseimbangan air, yaitu mempertahankan tekanan osmosis ekstraseluler.
Struktur Ginjal

2. Kulit

Kulit aalah struktur tub uh manusia bagain luar, struktur kulit terdiri atas dua lapisan, yaitu epidermis dan dermis. Epidermis tersusun atas beberapa lapisan jaringan: 1) Stratum Corneum (lapisan tanduk), tesusun atas sel-sel mati dan selalu mengelupas 2) Stratum lusidum, sel selnya tidak berinti dan berwarna bening. 3) Stratum Granolosum, mengandung pigmen warna kulit. 4) Stratum Germanitivum, sel-selnya aktif membelah membentuk selsel baru ke arah keluar. Pada dermis terdapat beberapa alat tubuh di antarnya: 1) Kelenjar minyak ( glandula sebacea) 2) Kelenjar keringat ( glandula sudorifera) 3) Jaringan saraf 4) Jaringan lemak. (Depdiknas, 2005: 170)

Sementara ditinjau dari fungsinya, kulit mempunyai fungsi melindungi tubuh terhadap gesekan, sinar, kuman, suhu, dan zat kimia, sebagai alat ekskresi yang mengeluarkan keringat dan minyak, c) sebagai alat peraba,dan pengatur suhu tubuh.

Sebagai organ pengeluaran, kulit memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai organ ekskresi dan sekaligus organ sekresi. Air yang keluar dari kelenjar keringat tidak hanya berfungsi mensekresikan garam mineral dan urea yang larut, tetapi juga juga berfungsi untuk menguapkan sebagian panas tubuh guna mengatur suhu tubuh. Kelenjar minyak pada kulit menghasilkan minyak yang berfungsi untuk mencegah kekeringan pada kulit dan rambut. Jumlah keringat yang dikeluarkan oleh tubuh tidaklah tetap.
Stuktur Kulit

3. Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar dalm tubuh, terletak di rongga perut sebelah kanan atas. Hati dibungkus oleh selaput tipis yaitu kapsula hepatis. Sel-sel hati saling berhubungan membentuk deretan sel hati yang membentuk deretan sel hati setiap deretnya dipisahkan oleh ruang lakuna. 

Dalam jaringan hati terdapat pembuluh darah dan pembuluh empedu yang dipersatukan oleh selaput jaringan ikat yang disebut kapsula glison. 

Hati memiliki fungsi untuk menyimpan gula dalam bentuk glikogen. Menawarkan racun. Sebagai tempat perombakan dan pembentukan protein.
Struktur Hati

4. Paru-Paru

Paru-paru terletak di dalam rongga dada, berjumlah sepasang. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobus sehingga memiliki ukuran lebih besar dari pada paru-paru kiri yang terdiri dari dua lobus. Di dalam paru-paru terdapat gelembung paru-paru yang merupakan perluasan permukaan paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat elastis dan tipis tersusun atas satu lapis sel epitel pipih, dan di dalamnya banyak sekali terdapat pembuluh darah. Struktur alveolus yang demikian menjadikannya sesuai dengan pertukaran gas.

Paru-paru mengeskresikan sisa metabolisme dalam bentuk uap air dan karbondioksida. Penguraian karbohidrat (glukosa) dan lemak kecuali menghasilkan energi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2 dan H2O yang akan dikeluarkan lewat paru-paru. Seseorang yang berada dalam daerah dingin waktu ekspirasi akan tampak menghembuskan uap. Uap tersebut sebenarnya merupakan karbondioksida dan uap air yang dikeluarkan saat terjadi pernafasan.
Strukur Paru-Paru

Kelainan dan Gangguan Pada Sistem Ekskresi

Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem ekskresi dapat disebabkan oleh banyak hal. Misalnya virus, bakteri, jamur, efek samping obat atau pola makan yang tidak sehat. Beberapa penyakit pada sistem ekskresi antara lain sebagai berikut:
  • Albuminuria
Adalah adanya albumin dan protein lain dalam ginjal. Penyakit ini menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urin sebagai dampak kerusakan pada alat filtrasi di dalam ginjal.
  • Hematuria
Hematuria (kencing darah) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urin penderita mengandung darah. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh peradangan ginjal, batu ginjal, dan kanker kandung kemih.
  • Nefritis
Terjadinya infeksi pada nefron (glomerulus), yang mengakibatkan urea dan urin masuk kembali ke dalam darah (uremia) serta mengakibatkan terganggunya proses penyerapan air, sehingga terjadi penimbunan air di kaki ( edema).
  • Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang umumnya disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin hepatitis, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan penderita hepatitis dan tidak menggunakan jarum suntik untuk pemakaian lebih dari satu kali. 

Beberapa hepatitis antara lain hepatitis A dan B. Penderita hepatitis mengalami perubahan warna kulit dan putih mata menjadi berwarna kuning. Urin penderita pun berwarna kuning bahkan kecokelatan seperti teh.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search