Pengertian Budaya Organisasi, Dimensi dan Indikatornya

- Maret 16, 2019
Bungfei.com-Istilah budaya organisasi sering kita dengar dalam kajian ilmu-ilmu manajemen, khususnya manajemen sumberdaya manusia, meskipun demikin terkaang masih banyak orang yang belum paham mengenai pengertian budaya organisasi itu sendiri, sebab  banyak yang menyamakan budaya organisasi dengan lingkungan kerja, oleh karena itu dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengertian budaya organissi diserti juga dengan dimensi dan Indikatornya.

Pengertian Budaya organisasi

Menurut Davis (Moeheriono, 2012:336), “budaya organisasi sebagai pola keyakinan dan nilai-nilai (values) organisasi yang dipahami, dijiwai, dan dipraktikkan oleh organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi”.

Dari pengertian di atas dapat ditarik simpulan bahwa budaya organisasi merupakan falsafah, ideologi, nilai-nilai, anggapan, keyakinan, harapan, sikap dan norma-norma yang dimiliki secara bersama serta mengikat dalam suatu organisasi tertentu yang akan mempengaruhi jalannya kinerja perusahaan.

Berkenaan dengan itu, maka baik dan buruknya budaya organisasi dalam sebuah perusahaan yang menghasilkan norma-norma perusahaan itu nantinya juga berpengaruh terhadap kinerja dari karyawannya.

Jika dalam norma perusahaan karywan telah dibiasakan dengan datang anti telat waktu, tanggap terhadap keluhan pelanggan, tepat dalam melaksanakan tugas, dan hal-hal yang baik lainnya maka sudah barang tentu budaya organisasi perusahaan yang semacam demikian nantinya berdampak baik terhadap kinerja karyawannya, begitupun sebaliknya, jika budaya organiasinya buruk maka buruk pula kinerja karyawannya.

Dimensi dan Indikator Budaya Organisasi

Dimensi-dimensi yang digunakan untuk membedakan budaya organisasi, menurut Robbins dan Judge (2008:256) ada tujuh karakteristik primer yang secara bersama-sama menangkap hakikat budaya organisasi, yaitu :
  1. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana para karyawan didorong  untuk inovatif dan berani mengambil resiko.
  2. Perhatian ke hal yang rinci. Sejauh mana para karyawan diharapkan mau  memperlihatkan kecermatan, analisis, dan perhatian kepada rincian.
  3. Orientasi hasil. Sejauh mana manjemen focus pada hasil bukan pada teknik dan proses yang digunakan untuk mendapatkan hasil itu.
  4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek hasil pada orang–orang di dalam organisasi itu.
  5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan dalam tim-tim 
  6. kerja, bukannya individu.
  7. Keagresifan. Sejauh mana orang-orang itu agresif dan kompetitif, bukan bersantai.
  8. Kemantapan. Sejauh mana kegiatan organisasi menekanka dipertahankannya status sebagai lawan dari pertumbuhan atau inovasi.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search