Jenis-Jenis Pendidikan Di Indonesia

- Maret 29, 2019
Bungfei.com- di Indonesia jenis-jenis lembaga pendidikan secara umum terbagi menjadi tiga jenis yaitu pendidikan formal, nonformal dan informal yang merupakan implikasi dari pelaksanaan pendidikan yang berlangsung seumur hidup. Maka pendidikan bisa melalui sistem sekolah maupun sistem di luar sekolah.

Dalam undang-undang sisdiknas yang disahkan oleh DPR-RI tanggal 11 Juni 2003, yaitu perubahan mendasar mengenai jalur pendidikan yaitu mengubah jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah, menjadi tiga jalur, yaitu jalur pendidikan formal, nonformal, informal. (pasal 13). (Arifin, 2005:7).

1. Lembaga pendidikan formal

Lembaga pendidikan formal adalah tempat yang paling memungkinkan seseorang meningkatkan pengetahuan dan paling mudah untuk membimbing generasi muda yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat. (Ahmadi, 1991: 162).

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang terlembaga atau dengan kata lain bisa disebut dengan persekolahan. Sistem persekolahan atau pendidikan formal mengenal jenjang dari yang paling rendah sampai yang tinggi yang saling bertautan seperti SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, dan seterusnya.

MI, MTs dan MA ini adalah merupakan pendidikan Islam formal yang diakui di Indonesia, dengan demikian dalam ranah pendidikan formal ketiganya digolongkan kedalam salah satu macam dari pendidikan Islam di Indonesia.

2. Lembaga pendidikan non formal

Pendidikan non formal berkonsentrasi pada penelitian ketrampilan yang bersifat pragmatis. Pendidikan non formal biasanya dilaksanakan pada waktu yang sangat singkat dan tidak melalui mekanisme birokrasi yang berbelit-belit (Ahmadi, 1991: 166).

Pendidikan luar sekolah yang dilembagakan (pendidikan non formal) bersifat fungsional dan praktis serta pendekatannya lebih fleksibel, komponen yang diperlukan harus disesuaikan dengan keadaan anak/peserta didik agar memperoleh hasil yang memuaskan.

Contoh lembaga pendidikan non formal di antaranya yaitu lembaga-lembaga kursus keterampilan, kursus materi-materi pelajaran tertentu dan lain sebagainya. Adapun pendidikan Islam yang masuk dalam jenis ini contohnya seperti kursus-kursus keagamaan, dan lain sebagainya.

3. Lembaga pendidikan informal

Pendidikan informal terutama berlangsung di tengah keluarga, namun juga berlangsung di lingkungan sekitar keluarga tertentu, perusahaan, pasar, terminal, dan lain-lain yang berlangsung setiap hari tanpa ada batas waktu.

Jadi pendidikan informal adalah pendidikan yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, asalkan ada individu yang berkomunikasi secara sadar dan bermakna, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Diantara salah satu pendidikan islam yang masuk pada ranah informal adalah Pondok Pesantren.

Sejarah Berdirinya Pesantren

Pesantren atau yang sering disebut juga dalam peristilahan Bahasa Indonesia dengan pondok berarti asrama tempat murid-murid atau santri belajar atau mengaji ilmu agama (KBBI:886)

Pertumbuhan dan perkembangan pesantren tidak terlepas dari hubungan dengan masuknya Islam di Indonesia. Pendidikan di Indonesia bermula ketika orang-orang yang masuk Islam ingin mengetahui lebih banyak isi ajaran Islam yang baru dipeluknya.

Masa kejayaan pendidikan Islam dimulai dengan berkembang pesatnya kebudayaan Islam, yang ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam dan madrasah (sekolah-sekolah) formal serta universitas-universitas dalam berbagai pusat kebudayaan Islam. (Zuhairini,1986:87).

Sebelum munculnya sekolah-sekolah formal, di dalam dunia Islam telah berkembang lembaga-lembaga pendidikan yang besifat informal. Pendidikan yang bersifat informal ini biasanya dilaksanakan di masjid, maupun rumah.

Pembelajaran dilakukan secara individual dan langsung.dalam perkembangannya pendidikan informal yang bertujuan untuk memperdalam agama yang dilakukan di rumah-rumah ataupun masjid-masjid ini akan dilanjutkan dalam pendidikan pesantren. Pesantren memiliki nama dan corak yang bervariasi, di Jawa disebut sebagai pondok pesantren, di Aceh dikenal dengan rangkang, di Sumatera Barat dikenal dengan Surau. (Depag RI, 2004:1).

Namun, seiring berjalannya waktu sebutan pondok pesantren, rangkang maupun surau di atas lebih dikenal dengan pesantren.

Sejarah pendidikan di Indonesia mencatat bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren di Indonesia mulai tercatat keberadaan dan perkembangannya mulai abad ke-16. Pesantren dikenal memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan lembaga pendidikan-pendidikan yang lainnya (Depag RI, 2004:2).

Perkembangan Bentuk Pesantren 

Secara garis besar, bentuk pondok pesantren dapat dikategorikan menjadi tiga macam yaitu:

  • Pesantren Salafiyah

Menurut Departemen Agama pesantren salafiyah adalah pesantren yang menyelenggarakan pelajaran dengan pendekatan tradisional, sebagaimana yang berlangsung sejak awalnya. (Depag RI, 2004:16)

  • Pesantren Kholafiyah 

Pesantren khalafiyah merupakan pesantren yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan pendekatan modern melalui suatu pendidikan formal, baik madrasah maupun sekolah. (Depag RI, 2004:16).

  • Pesantren Campuran

Pesantren campuran merupakan percampuran antara pesantren salaf dengan pesantren khalaf. (Depag RI, 2004:16). Jadi, dapat dikatakan model pembelajaran dalam sebuah pesantren tidak saja menggunakan pendekatan secara tradisional namun juga dipadukan dengan pendekatan modern.

Peran Pesantren 

Secara normatif, peran pesantren adalah taffaquh fiddin (tranmissi dan transfer ilmu-ilmu Islam). Seperti yang diungkapkan Azyumardi Azra dalam buku yang berjudul bilik-bilik pesantren karangan Dr. Nurcholish Madjid, bahwasannya pesantren tidak hanya memainkan fungsi-fungsi tradisionalnya, yaitu; tranmisi dan transfer ilmu-ilmu Islam, Pemeliharaan tradisi Islam dan reproduksi ulama. (Madjid,1997:21)

Beradasarkan penjelasan mengenai jenis-jenis pendidikan di Indonesia di atas dapatlah kemudian dipahami bahwa pendidikan di Indonesia terbagi dalam tiga jenis yaitu formal, non formal dan informal. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search