Macam-Macam Kalam/Ucapan Dalam Bahasa Arab

- Januari 04, 2019
MATAN AJURUMIYAH-Dalam bab pertama kitab matan ajurumiyah dijelaskan mengenai macam-macam ucapan atau أنواع الكلام dalam bahasa Arab. Dalam bahasan ini nantinya dijelaskan mengenai apa itu ucapan/kalam dalam bahasa arab sehingga nantinya para pelajar bahasa Arab bisa membedakan mana yang dimaksud ucapan dalam bahasa arab dan bukan bahasa arab.

Teks lengkap mengenai macam-macam ucapan dalam bahasa arab sebagaimana yang termaktub dalam kitab matan ajurumiyah dapat dipaparkan sebagai berikut:
Teks Matan Ajurumiyah Tentang Kalam
Terjamah: 


Macam-macam Ucapan

Al kalam (Ucapan) dalam bahasa Arab adalah Lafadz yang tersusun,  berfaedah atau dapat dimengerti serta pengucapannya dilakukan dengan sengaja berdasarkan kesadaran.

Ucapan ditinjau dari pembagiannya, dibagi kedalam tiga jenis, yaitu kata benda (isim), kata kerja (fiil), dan Harf (Kata Yang Tidak Punya Makna apabila tidak bersambung).

Kata Benda dalam bahasa arab (Isim) itu dapat dikenali dengan khafadh, tanwin, dan kemasukan alif dan lam. Huruf khafadh itu adalah :

مِنْ (dari),  إِلَى(ke), عَنْ (dari),  عَلَى(di atas),فِي (di), رُبَّ (jarang), بِ (dengan), كَ (seperti), لِ ((untuk Isim dapat dikenali juga dengan huruf qasam (sumpah) yaitu waw, ba dan ta.

Kata Kerja (Fiil) dalam bahasa arab dapat dikenali dengan keberadaan:

قَدْ (sungguh/terkadang), سَ (akan) ، سَوْفَ(akan) ، تَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ (ta ta’nits yang mati)

Sementara kata Huruf itu adalah sesuatu yang tidak memenuhi ciri-ciri isim dan fi’il

Penjelasan:

Di tinjau dari teks yang terdapat dalam kitab matan ajurumiyah, dapatlah dipahami bahwa yang dimaksud kalam/ucapan dalam bahasa arab itu adalah lafadz atau kata-kata yang tersusun sedemikian rupa, yang memahamkan apabila didengar, serta pengucapanya disengaja.

(1)Tersusun/ المركب

Maksud dari tersusun, adalah kata-kata tersebut harus sesuai susunan bahasa Arab, missal dalam bahasa Indonesia kata “ Aku” ini tersusun dari “A-K-U” maka pengucapannya pun harus seperti itu, bukan diucapkan dengan lafad atau bunyi “ KUA”, “KAU” dan sebagainya. Ini yang dimaksud dengan lafad yang tersusun.

Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “Tersusun” disitu adalah kata-kata yang diucapkan harus sesuai dengan kaidah tata bahasa arab, contoh dalam bahasa Indonesia “AKU INGIN MAKAN” ini disebut tersusun dan dapat dikatakan tersusun, tapi kalau kata-kata itu susunannya seperti “MAKAN INGIN AKU” ini dianggap tidak memenuhi susunan yang benar sehingga tidak bisa dikatakan ucapan dalam bahasa Arab yang benar.

(2)Memahamkan/Berfaidah/ المفيد

Dalam bahasa arab, suatu ucapan bisa dikategorikan kedalam ucapan bahasa Arab apabila ucapan/kalam tersebut mempunyai faidah atau memahamkan yang mendengarnya, seperti yang sudah disinggung di atas, akalau ada orang yang mengatakan ““MAKAN INGIN AKU” ini secara ucapan jelas tidak bisa dimengerti, nah ini yang disebut ucapan yang tidak berfaidah atau memahamkan karena susunan kata-katanya terbalik-balik. Akan tetapi jika kata-kata tersebut tersusun dengan benar seperti “AKU INGIN MAKAN” maka ini baru disebut sebagai ucapan yang memahamkan.

(3) Disengaja/ بالوضع

Yang terakhir suatu ucapan dapat dikategorikan sebagai ucapan bahasa Arab apabila kata-katanya diucapkan secara sengaja, dalam kata lain si pengucap sedang dalam keadaan sadar, tidak nglindur, atau ngomel-ngomel seperti orang gila.

Pada prinsipnya yang dimaksud dengan kalam/ucapan dalam bahasa arab itu harus terususn, memahamkan dan disengaja, ketiganya harus ada secara bersamaaan. Tidak boleh tidak ada diantara ketiganya, sebab kalau salah satunya tidak ada maka itu menurut kitab ini tidak bisa dikategorikan sebagai kalam/ucapan. Contoh, katanya tersusun, terus memahmakan tapi yang mengucapkan burung beo/orang nglindur ini tidak bisa dikategorikan sebagai kalam/ucapan dalam bahasa arab sebab tidak memenuhi ketiga unsur dalam pengertian “Kalam” sebagaimana yang dikemukanakan dalam mata ajurumiyah”.

Selanjutnya, bahwa dari bentuknya ucapan dalam bahasa arab itu dikelompokan menjadi 3 macam, yaitu ucapan yang berbentuk kalimat/kata benda, kata kerja dan hrf atau kata sambung.

Ciri kata benda (Isim) dalam bahsa Arab ini mudah ditebak, diantaranya kemasukan Alif dan lam : Seperti Contoh : AL-MASJIDU. Nah disitukan ada AL nya kan. Itu salah satu ciri kata benda dalam bahsa Arab disamping ada ciri lainnya seperti tanwin, dan lain sebagainya.

Ciri kata kerja (Fiil) dalam bahsa arab juga mudah ditebak, diantara cirinya adalah sebagaimana yang terdapat dalam terjamah di atas, lebih mudahnya cirinya tidak dapat kemsukan AL.

Sementara ciri kata sambung (harf) itu adalah tidak bercirikan sebagaimana kata benda dan kata kerja dalam bahsa arab jadi dia independen. Contoh kata sambung/harf dalam bahasa Indonesia misalnya; “Ke”-“Didalam” , “Diats” dan lain sebagainya.

Bagaimana mudah bukan memahami apa itu pengertian kalam/ucapan dalam bahsa Arab?, Bung Fei disini sengaja mencontohkan dalam bentuk contoh-contoh bahsa Indonesia agar pembaca memahami perbandingannya. Kalau sudah paham bahasa Indonesianya kan mudah tinggal dialihkan ke bahsa Arab saja. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search