Populasi Dan Sampel

- Juni 06, 2018
Dalam kegiatan penyusunan Skripsi yang menggunakan metode penelitian kuantitatif, didalamnya mesti dibahas mengenai populasi dan sampel. Bahasan tersebut pada umumnya dikupas dalam BAB III Skripsi atau karya ilmiah sejenis. 

Menurut Sugiyono (2008), populasi adalah wilayah generlaisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik sesimpulan. Adapun yang dimaksud sampel menurut Sugiyono adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Menurut Sekaran (2014) bahwa populasi (population) mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti investigasi. Adapun mengenai sampel Sakaran memberikan pengertian bahwa, “Sampel adalah sebuah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi.” 

Contoh

Sorang mahasiswa melakukan penelitian mengenai motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gempol Kabupaten Cirebon, maka dalam penelitian itu yang menjadi populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII, dan setelah diteliti ternyata seluruhnya berjumlah 330 siswa, maka “330” itu adalah populasi penelitian.

330 siswa tentu sangat banyak sekali, jika satu persatu siswa itu di cek motivasi belajarnya melalui wawancara, angket atau instrument lainnya maka memerlukan waktu yang panjang, atau bisa juga si peneliti tidak akan sanggup melaksanakannya. Oleh karena itu sebaiknya penelitian yang digunakan jangan penelitian populasi, cukup dengan penelitian sampel saja.

Cara menentukan sampel penelitian banyak caranya diantaranya adalah sebagai berikut: 

Menggunakan Teori Prosentase (%) Sampel

Teori ini dikemukakan oleh Arikunto (1986:7), menurutnya “apabila populasi kurang dari 100 maka harus diambil seluruhnya sehingga penelitian tersebut dinamakan penelitian populasi, akan tetapi apabila populasinya lebih dari 100 maka boleh diambil 10%-25% atau 20% -25%, sehingga penelitian tersebut dinamakan penelitian sampel”.

Berdasarkan teori di atas dapatlah kemudian dipahami bahwa populasi “330” tentu lebih dari 100, oleh karena itu boleh diambil prosentasenya saja. Maka jika diambil 10% dari 330, maka diperoleh sampel sebanyak = 32 siswa. Sehingga dengan demikian siswa sebanyak 32 itu dianggap mewakili keseluruhan siswa (populasi) yang berjumlah 330.

Untuk memahami tata cara melakukan perhitungan prosentase, silahkan and abaca dalam artikel kami yang berjudul: Rumus Prosentase Matematika.

Menggunakan Teori Kriteria Sampel

Teknik pengambilan sampel berdasarkan teori kriteria sampel ini pada dasarnya masuk pada teknik purposive sampling. Menurut Sakaran (2014:136) “Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana pengambilan sampel dalam hal ini terbatas pada jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, entah karena mereka adalah satu-satunya yang dimiliki, atau memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan peneliti.

Karena teori di atas itu dasarnya adalah kriteria-kriteria yang dibuat oleh peneliti sendiri, maka cara penentuan sampelnya pun kriterianya ditentukan oleh peneliti sendiri, dalam hal ini peneliti harus cerdas, sehingga penelitian yang akan dilakukannya dapat dilakukan dengan mudah.

Tata cara dalam mempraktikan teori di atas bisa dilakukan dengan cara demikian :
Diketahui populasi sebanyak “330”, untuk memudahkan peneliti, peneliti mengajukan kriteria bagi populasi yang layak di jadikan sebagai sampel, atau perwakilan penelitian, Adapun proses penentuannya adalah sebagaimana table berikut:
No
Keterangan
Jumlah
1
Siswa yang diteliti adalah siswa kelas VIII
SMP Negeri 1 Gempol Kabupaten Cirebon
330
2
Siswa yang diteliti adalah siswa kelas VIII A
SMP Negeri 1 Gempol Kabupaten Cirebon
40
3
Siswa yang diteliti adalah siswa kelas VIII A
yang tidak pernah bolos selama se semester
39
4
Siswa yang diteliti adalah siswa kelas VIII A
yang bersedia menjawab angket penelitian.
32
Jumlah Sampel
32
Dari proses penentuan angket sebagaimana langkah-langkah yang telah ditetapkan dalam table di atas maka kemudian diketahui bahwa siswa yang dijadikan sampel penelitian dari 330 siswa adalah hanya sebanyak 32 saja. Dengan demikian maka telah didapat sampel penelitian sebanyak 32 siswa.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search