Advertisement 300x250 (Ads)

BELAJAR DARI MASA PEMERINTAHAN SAYYIDINA USTMAN BIN AFFAN

Sudah pasti semua orang Islam di dunia ini mengenal Ustman bin Affan, sosok Khalifah ke 3 Islam yang dikenal manusia Paling Ikhlas dan Dermawan demi tegaknya Agama  dan Negara Islam.  

Beliau menjabat sebagai  Khalifah (Pemimpin Negara Islam yang berpusat di Madinah) selama 12 Tahun. Ketika baru menjabat, beliau berumur 68 Tahun. 

Sejarawan membagi masa pemerintahan Ustman dalam 2 Periode, yaitu Perode pertama (6 Tahun) dan Periode Kedua Pemerintahannya (6 Tahun). 

Pada 6 Tahun pemerintahan pertamanya (Umur 68-73), meskipun beliau sudah sepuh, kondisi tubuhnya masih bugar, beliau menjalankan pemerintahannya dengan energik, cekatan dan tidak jarang terjun kelapangan langsung demi memantau para pejabat bawahannya. Hasilnya pada masa 6 tahun awal pemerintahannya rakyat makmur, segala problematika negara dapat ditanganinya. 

Ilustrasi

Belakangan, ketika memasuki pada Periode kedua pemerintahannya, (Umur 74-80) Ustman mulai sakit-sakitan, beliau lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, sementara urusan negara beliau limpahkan kepada saudara-saudara satu sukunya  (Bani Umayyah) pada masa inilah Negara bergolak. 

Rakyat tidak puas dengan Kroni-Kroni Kabilah Umayah yang memerintah sewenang-wenang dengan mengatasnamakan Khalifah. Apa yang terjadi ? yang terjadi adalah kemerosotan ekonomi, ketidak percayaan rakyat dan pada akhirnya terjadi pemberontakan. 

Lalau apakah pada masa Periode kedua, Ustman memerintah dengan Dzalim... ?, tentu tidak, beliau Sahabat Nabi cemerlang yang tidak mungkin sengaja berbuat kedzaliman pada rakyatnya. Beliau juga salah satu Sahabat Nabi yang oleh Nabi Muhamad dijamin masuk Surga. 

Lalu siapa yang berbuat Dzalim....yang berbuat Dzalim adalah saudara sesukunya sendiri yang diberikan jabatan olehnya. Mereka hanya melaporkan yang baik-baik pada Khalifah padahal di lapangan yang terjadi kondisinya buruk. 

Pelajarannya adalah Memang Sahabat Ustman dikenal sebagai Orang Paling Ikhlas, Dermawan, Jujur, Sholeh bahkan dijamin Surga oleh Nabi, akan tetapi apakah Saudara-saudara sesukunya juga begitu...? 

Tentu tidak. Saudara-Saudara sesukunya yang mengelilinginya itulah yang kemudian hari menjadi petaka bagi Pemerintahan Ustman bin Affan. 

Kelak, manusia yang dikenal Paling Ikhlas dan Dermawan dalam sejarah Islam itu wafat terbunuh didalam rumahnya, beliau dibunuh oleh  beberapa orang pendemo yang menyusup ke kediamannya, sebelumnya selama berhari-hari, rumah Ustman Bin Affan dikepung oleh para Pendemo. 

Lalu apa gunanya Kisah diatas untuk Bangsa Indonesia di Tahun Pemilu sekarang ini ?, Gunanya terserah anda, lagipula anda lebih pintar dari saya. 

Disini Saya hanya memberi catatan, bahwa Pak Karo, Pak Harto adalah pemimpin yang baik, tapi ketika kondisi kebugaran/kesehatan keduanya menurun karena usia yang sudah sepuh, keduanya dikendalikan Kroninya. Jangan ulangi hal semacam itu dalam memilih pemimpin pada saat ini. 

Oleh : Bung Fei

Belum ada Komentar untuk "BELAJAR DARI MASA PEMERINTAHAN SAYYIDINA USTMAN BIN AFFAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel