Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar PAI

Motivasi merupakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu (Sardiman, 1996:75). Jadi motivasi itu dapat dirangsang oleh faktor dari luar tetapi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang.

Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

S. Nana Syaodih mengemukakan (2006:146) ada beberapa hal yang dapat diusahakan untuk membangkitkan motiv belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pelajaran yang berarti bagi anak, menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery), menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Sesuatu bahan pelajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak, dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif, anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motiv  belajar yang lebih berjangka panjang.

Usaha-usaha untuk membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa, baik yang berasal dari dalam individunya sendiri sebagai motiv dasar yang dimiliki individu, maupun motivasi yang muncul dari luar diri individu itu, dapat diketahui dengan jelas dari aspek-aspek dalam pengukuran motivasi dalam diri anak. Untuk mengukur motivasi dalam diri anak dapat dilihat dari aktivitas belajar mandiri, suka mengerjakan tugas-tugas, ulet tidak mudah putus asa, kreatif dan teguh pada keyakinan.

Dengan demikian maka jika motivasi belajar yang timbul dalam diri anak itu meningkat, maka otomatis prestasi belajar anak akan meningkat pula, begitupun dengan pembelajaran PAI.
Berkenaan dengan pembelajaran PAI bahwa menurut Zakiah Daradjat (2006: 86) pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami pelajaran Islam secara menyeluruh, lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup.

Berdasarkan pengertian pembelajaran PAI yang telah dikemukakan di atas maka bolehlah peneliti menyatakan bahwa prestasi belajar PAI yang dimaksudkan dalam pembelajaran PAI bukan hanya terbatas pada nilai, atau angka-angka yang dicapai siswa melainkan juga agar dapat menghayati dan mengimplementasikanya dalam aktiviatas keseharianya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel