Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Baca

- Desember 03, 2019
Minat baca diperlukan agar tumbuh rasa selalu ingin membaca, sebab jika sudah demikian maka dapat dipastikan seseorang menjadi berwawasan karena bnyak membaca. Kegiatan membaca pada prinsipny didorong oleh minat baca.

Minat baca tidak hadir begitu saja, ada hal-hal yang mempengaruhi minat baca seseorang, termasuk juga minat anak-anak untuk baca. Menurut Soeatminah (1991: 73-75), bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca secara umum terbagi menjadi dua, yaitu fator dalam dan luar. Penjelasan dari kedua faktor tersebut dipaparkan sebagai berikut:

Faktor dari dalam

Faktor-fakto dri dalam yang dpat mempengaruhi minat baca terbagi menjadi beberapa bagian, adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

Pembawaan/ bakat

Pembawaan atau bakat seseorang merupakan faktor genetik yang dituruntan oleh orang tua kepada anaknya. Jika kedua orang tuanya senang baca buku akan dimungkunkan sifat tersebut akan menurun pada anaknya. Apabila anak tersebut sudah memiliki rasa senang untuk baca, berarti dia sudah memiliki kesadaran akan pentingnya baca buku. Selain itu pembawaan atau bakat seorang anak mempengaruhi rasa ketertarikan anak pada suatu bacaan. Apabila anak tersebut sudah mempunyai rasa ketertarikan terhadap suatu bacaan maka anak tersebut akan keinginan untuk meminjam ataupun memiliki buku/ bacaan yang ia temui.

Jenis kelamin

Perbedaan minat baca juga dipengaruhi oleh perbedaan kelamin. Mungkin karena sifat kodrati, maka pria dan wanita memiliki minat dan selera yang berbeda.

Tingkat pendidikan

Orang yang lebih tinggi tingkat pendidikanya akan berbeda minat bacanya dengan orang yang lebih rendah tingkat pendidikannya. Minat yang berbeda disebabkan karena perbedaan kemampuan dan kebutuhan.

Keadaan kesehatan

Minat baca seseorang akan dipengaruhi oleh keadaan kesehatannya. Apabila seseorang (khususnya anak-anak) yang mempunyai minat baca buku, tapi dia dalam keadaan yang kurang sehat/ sakit maka gairahnya untuk baca akan terganggu bahkan minat bacanya bisa sampai hilang. Sebaliknya apabila orang/ anak tersebut dalam keadaan yang sehat maka dia sangat bersemangat untuk baca.

Keadaan jiwa Faktor kejiwaan seseorang juga berpengaruh terhadap minat bacanya. Apabila seseorang (khususnya anak-anak) yang mempunyai minat baca sedang dalam keadaan resah, sedih ataupun kacau pikirannya, kebanyakan orang bila dalam keadaan tersebut maka gairahnya untuk baca akan berkurang atau mungkin hilang. Berbeda jika dia dalam keadaan senang/ gembira orang tersebut akan sangat bersemangat untuk baca.

Kebiasaan

Anak yang mempunyai kebiasaan/ kegemaran baca tentu memiliki minat terhadap buku/ bacaan, atau sebaliknya orang yang punya minat yang besar terhadap bacaan karena mereka telah mempunyai kebiasaan dan gemar baca. Intensitas/ jumlah waktu yang diperlukan seseorang yang gemar baca dengan orang yang tidak suka baca akan berbeda. Anak yang gemar baca dalam satu hari akan meluangkan waktu untuk baca lebih banyak dari pada anak yang tidak suka baca.

Ciri-ciri anak yang gemar baca apabila ada waktu luang akan memanfaatkan waktu luangnya untuk baca buku/ bacaan. Dalam lingkungan sekolah anak yang gemar baca apabila ada waktu luang akan dipergunakan untuk baca bacaan baik di kelas ataupun di perpustakaan sekolah. Hal ini berbeda dengan anak yang tidak mempunyai minat baca yang tinggi, apabila ada waktu luang anak tersebut akan menggunakan waktu luangnya untuk kegiatan yang lain seperti bermain dan lain sebagainya.

Faktor dari Luar

Faktor dari luar yang dapat mempengarhui minat baca juga terbagi kedalam beberapa pmbagian, adapun pnjlasannya adalah sebagai berikut:

Buku/bahan bacaan

Keragaman jenis buku juga mempengaruhi minat baca anak. Anak akan merasa lebih tertarik pada suatu bacaan apabila bacaan tersebut terdapat gambar dan warna-warna yang menarik. Ada berapa jenis buku bacaan untuk anak. Misalnya, buku-buku yang berhubungan dengan pelajaran dan buku non pelajaran seperti buku cerita (dongeng, fabel), majalah dan lain sebagainya.

Buku/ bahan bacaan itu besar peranannya terhadap minat baca seseorang, karena; (1) Dapat menstimulasi dan merangsang minat baca anak. Misalnya, buku yang bentuknya menarik, banyak ilustrasi dan gambar-gambar yang berwarna-warni akan lebih menarik orang untuk baca buku tersebut terutama anak-anak.(2) Dapat membantu anak melatih berkonsentrasi. Misalnya, seorang anak apabila mendapati sebuah buku yang isinya menarik perhatian anak tersebut akan terpusat pada bacaan tersebut. (3) Dapat memperkaya kosa kata anak tersebut, dan (4) Dapat menambah imajinasi anak.

Kebutuhan anak

Seorang anak akan berminat baca sebuah bacaan/ buku apabula bacaan/ buku tersebut menarik perhatian anak, sesuai kebutuhan anak dan bermanfaat bagi anak tersebut. Apabila terdapat sebuah buku/ bacaan yang bentuknya menarik tapi isi dari buku tersebut tidak sesuai dengan minat kebutuhan anak tentu buku tersebut tidak/ kurang menarik minat baca anak. Dalam lingkungan sekolah, perpustakaan sekolah sebaiknya memiliki buku-buku yang menarik perhatian anak didik/ siswa, sesuai kebutuhan anak didik dan bermanfaat bagi anak didik sehingga perpustakaan tersebut dapat menarik minat baca anak didik/ siswa.

Lingkungan anak

Lingkungan anak dapat dibagi menjadi dua macam yaitu lingkungan sekolah dan keluarga anak.
Lingkungan sekolah memiliki peran yang besar terhadap usaha menumbuhkan dan membina minat baca anak. melalui bimbingan dan dorongan dari para pendidik (guru) siswa akan mempunyai minat untuk baca. Misalnya, siswa akan lebih berminat baca buku jika ia diberi tugas oleh gurunya untuk baca sebuah buku. Ataupun apabila sebuah sekolah menerapkan peraturan kepada siswanya untuk wajib baca buku setiap hari, maka siswa dari sekolah tersebut akan mempunyai minat baca yang lebih tinggi dari siswa sekolah lain.

Kondisi dari perpustakaan yang ada di sekolah tersebut juga mempengaruhi minat baca anak di perpustakaan sekolah. Anak akan lebih tertarik mengunjungi perpustakaan jika, perpustakaan yang ada di sekolah tersebut mempunyai ruangan yang nyaman, bersih dan rapi, kelengkapan isi dari perpustakaan juga mempengaruhi minat baca anak di perpustakaan sekolah. Selain itu, teman bermain juga mempengaruhi minat baca anak. Seorang anak jika mempunyai teman yang gemar baca, anak tersebut juga akan gemar baca. Karena secara tidak langsung sifat yang ada pada teman bermainnya tersebut mempengaruhi anak tersebut.

Sementara lingkungan keluarga yang punya kebiasaan dan kegemaran baca akan memberikan pengaruh yang besar terhadap minat baca anak. Misalnya dengan membelikan anak sebuah buku bacaan, mendongengkan sebuah cerita sebelum tidur, mengajak pergi ke toko buku, mengajarkan baca kepada anak, dll. Hal itu dilakukan untuk merangsang, menarik perhatian, memupuk minat anak terhadap bacaan dan menumbulkan anak gemar baca. Dalam rangka mningkatkan minat baca anak bisa dilakukan dengan Implementasi Gerakan Literasi Sekolah.

Baca Juga: Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search