Langkah-Langkah Membuat Angket/Kuesioner Skripsi

- November 19, 2019
Membuat angket atau Kuesioner Skripsi yang baik tentu harus dengan langkah-langkah yang benar, sebab jika tidak dilakukan dengan benar maka nantinya instrument angket yang digunakan tidak valid ketika diuji validitasnya.

Langkah-Langkah membuat Angket/Kuesioner Skripsi yang baik dapat dilakukan dengan 3 langkah, adapun penjelasannya sebagai berikut;

1. Memilih Jenis Angket

Sebelum membuat angket kita harus memilih jenis angket yang akan kita gunakan, dalam pembuatan angket untuk skripsi biasanya angket yang digunakan adalah jenis angket tertutup dengan skala likert yang mana pertanyaan/pernyataan angket pilihan jawabannya disediakan oleh peneliti.
Dalam pembahasan ini, angket yang digunakan menggunakan skala likert dengan lima pilihan jawaban, yaitu :

  1. (5) = Sangat Setuju
  2. (4) = Setuju
  3. (3) = Cukup Setuju
  4. (2 = Kurang Setuju
  5. (1) = Tidak setuju

Semua pertanyaan angket dalam instrumen ini menggunakan pernyataan positif dengan penilaian 5,4,3,2,1.

2. Mengambil Teori untuk Variabel Penelitian yang akan dibuatkan Angketnya

Apapbila variable penelitian yang akan dibuatkan angketnya tentang “Kinerja Guru” maka kita perlu menambil teori tentang “Kinerja Guru” sehingga dapat dijadikan acuan untuk menilai kinerja guru dengan soal-soal angket yang akan dibuat.

Toeri tentang kinerja, termasuk didalamnya tentang kinerja guru dapat diambil dari pendapat Soedarmayanti (2001:51), menurutnya, kinerja guru dapat dikur dari beberapa indikator kinerja, yaitu:


  1. Kualitas Kerja (Quality of work) adalah kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya yang tinggi pada gilirannya akan melahirkan penghargaan dan kemajuan serta perkembangan organisasi melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara sistematis sesuai tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat.
  2. Ketetapan Waktu (Pomptnees) yaitu berkaitan dengan sesuai atau tidaknya waktu penyelesaian pekerjaan dengan target waktu yang direncanakan. Setiap pekerjaan diusahakan untuk selesai sesuai dengan rencana agar tidak mengganggu pada pekerjaan yang lain.
  3. Inisiatif (Initiative) yaitu mempunyai kesadaran diri untuk melakukan sesuatu dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab. Bawahan atau karyawan dapat melaksanakan tugas tanpa harus bergantung terus menerus kepada atasan.
  4. Kemampuan (Capability) yaitu diantara beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, ternyata yang dapat diintervensi atau diterapi melalui pendidikan dan latihan adalah faktor kemampuan yangdapat dikembangkan.
  5. Komunikasi (Communication) merupakan interaksi yang dilakukan oleh atasan kepada bawahan untuk mengemukakan saran dan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Komunikasi akanmenimbulkan kerjasama yang lebih baik dan akan terjadi hubunganhubungan yang semangkin harmonis diantara para karyawan dan para atasan, yang juga dapat menimbulkan perasaan senasib sepenanggungan.

Berdasarkan penjelasan di atas dapatlah kemudian penulis pahami bahwa indikator-indikator tersebut nantinya bisa digunakan untukm mengetahui sejauh mana baik atau buruknya kinerja dari seorang guru. Indikator-indikator pada teori tersebut nantinya dijadikan acuan untuk membuat pertanyaan/pernyataan angket dalam skripsi.

3. Membuat Oprasional Variabel/Kisi-Kisi Instrumen Angket/Kuesioner Skripsi

Setelah kita menentukan variabel “Kinerja Guru” dan menemukan landasan teori tentang “Kinerja Guru” maka cara selanjutnya sebelum membuat soal-soal angket adalah membuat Oprasional Variabel/Kisi-Kisi Instrumen Angket.

Oprasional Variabel/Kisi-Kisi Instrumen Angket tersebut harus didasarkan pada teori yang diambil atau digunakan, dalam kasus ini teori yang digunakan adalah pendapat Soedarmayanti (2001:51).

Oprasional Variabel/Kisi-Kisi Instrumen Angket yang penulis buat berdasarkan teori tersebut adalah sebagai berikut:

Keterangan:

Kolom Variabel di isi “Kinerja Guru”, kolom Dimensi diisi dengan teori yang digunakan, kolom indikasi diisi dengan indikasi atau indicator dari tiap-tiap teori. Sementara yang dimaksud dengan item soal adalah nomor soal yang nantinya akan muncul dalam angket. Contoh di atas disebutkan bahwa Dimensi kualitas kerja indikasinya ada 3 macam, maka nantinya soal-soal yang menanyakan tentang ketiganya ada pada soal angket nomor 1 dan 2. Dalam kasus di atas, nantinya keseluruhan soal angket yang dibuat ada 10 soal.

4. Membuat Soal Angket/Kuesioner Skripsi

Membuat soal Angket/Kuesioner Skripsi harus berdasarkan oprasional variable yang telah dibuat sebelumnya, dalam kasus ini pembuatan soal-soal angket “Kinerja Guru” harus didasarkan pada Oprasional Varaiabel Kinerja Guru.

Contoh, dalam kolom pertama indikasi disebut bahwa indikasi dimensi kerja pada item 1 adalah “Hasil kerja yang dilaksanakan berkualitas baik”. Menanggapi hal tersebut, soal angket ke 1 dalam bahasan ini bisa berbunyi “Hasil kerja yang dihasilkan guru baik” sehingga dalam menanggapi soal angket yang semacam itu responden bisa memilih jawaban Sangat Setuju, Setuju, Cukup Setuju, Kurang Setuju dan Tidak setuju.

Berikut ini merupakan contoh 10 item soal-soal angket yang telah dibuat;
Keterangan:

Soal-soal angket dalam bentuk pernyataan di atas dijawab oleh responden dengan cara di contreng. Atau disilang tergantung keinginan anda. Dalam kasus ini yang dijadikan responden penelitian untuk mengisi soal-soal angket di atas adalah guru, karena memang data yang dicaripun kinerja guru. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search