Latar Pada Novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard Karya Nawal Al-Sa’adawy

- Oktober 21, 2019
Latar dalam novel dikategorikan dalam tiga bagian, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan.Latar tempat yaitu hal yang berkaitan dengan masalah geografis, latar waktu merupakan hal yang berkaitan dengan masalah historis, sedangkan latar sosial adalah latar yang berkaitan dengan kehidupan kemasyarakatan. Latar dalam dalam novel maut ar-rajul al-wahid a’la al-ard terdiri dari tiga bagian yaitu latar waktu, latar tempat dan  dan latar sosial. Adapun penjelasannya adalah sebagi berikut:

Latar waktu dalam novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard  tidak disajikan secara jelas, sehingga didalamnya tidak memuat unsur tangggal dan tahun, hanya saja dari alur cerita yang dimainkan novel ini memunyai latar kehidupan 1930 dimana kala itu Mesir sedang dalam masa penjajahan. Terbukti dari jenis-jenis kendaraan yang diceritakan dalam novel ini masih menggunakan angkutan kuda, serta tokoh Umdah yang digambarkan sebagai kepala desa yang berdarah Inggris. Latar waktu dalam novel ini tergambar pada petikan teks novel bagian 3 halaman 36 dibawah ini:
1
Pada teks novel di atas, tampak jelas bahwa latar waktu yang terdapat dalam novel berkisar tahun 1930 an, karena didalamnya menginformasikan angkutan kreta kuda untuk menuju Kota Ramalah.

Latar tempat dalam Novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard ini adalah di sebuah desa yang bernama Kufr Thin yang yang lokasinya terletak di delta sungai Nil, Sungai terpanjang dan terbesar di Mesir, desa itu juga dikisahkan sebagai desa yang tidak terlampau jauh dengan Kota Ramalah. Gambaran tempat pada novel ini dapat dipahami dari petikan teks novel bagian 1 halaman 10 dibawah ini:
2
Pada teks novel di atas, tampak jelas bahwa latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah Mesir, yaitu tepatnya disebuah perkampungan yang dekat dengan delta sungai Nil.

Latar sosial dalam novel matinya seorang laki-laki adalah kehidupan sosaial di pedesaan zaman kolonial yang dibumbui aturan-aturan yang mencekik kesejahteraan petani, ketimpangan ekonomi antara penguasa dan rakyat jelata, keegoisan penguasa dan abdi-abdinya, serta ketidakberdayaan masyarakat dalam menerima ketidakadilan. 

Baca Juga: Penokohan pada Novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard Karya Nawal Al-Sa’adawy


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search