Latar Belakang Pelarian Rizieq Sihab

- Oktober 08, 2019
Rizieq Sihab yang nama aslinya Muhamad Rizieq Sihab adalah ulama pentolan Front Pembela Islam (FPI), di Kalangan pengikutnya, Rizieq Sihab dipanggil dengan sebutan “Habib Rizieq “ gelar Habib disematkan karena Rizieq Sihab dipercayai sebagai dzuriah (keturunan) Nabi Muhamad SAW.

Pelarian Rizieq Sihab ke luar Negeri dilatar belakangi beberapa kasus hukum yang membelitnya, kasus-kasus tersebut menurut pengikutnya adalah upaya “Kriminalisasi” yang dilakukan pemerintah pada Rizieq Sihab, meskipun tuduhan tersebut belum terbukti secara sah di depan hukum.

Sebelum terjerat oleh beberapa kasus hukum, Rizieq Sihab mengkampanyekan gerakan besar untuk memenjarakan Ahok yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jakarta pengganti Jokowi.

Kasus bermula ketika beredar  video ceramah Ahok saat kunjungan di kepulauan seribu, dalam video itu Ahok dianggap melecehkan surat Al-maidah ayat 51-52, dimana dalam kunjungan tersebut Ahok menyampaikan sambutan kepada masyarakat kepualaun seribu dan mengatakan;

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, gak milih saya, ya di bohongin pakai surat Al-Maidah surat 51….”  (https://www.tempo.co/read/fokus/2016/11/08/3381/polisi-ada-perbedaan-antarapidato-ahok-dengan-transkrip).
Perkataan Ahok dalam pandangan Riziq Sihab adalah melecehkan kitab Suci Al-Quran, Rizieq Sihab yang kebetulan sebagai pemimpin ormas FPI mulai mengadakan aksi demo yang dinamai dengan aksi 212 bela Islam,  terkait kasus Ahok tersebut Rizieq Sihab menjadi orang terdepan yang menegaskan Ahok melakukan pelecehan agama.

Demo besar-besaran yang digerakan Rizieq Sihab terjadi berkali-kali dengan jumlah masa yang sangat besar, hal tersebut dilakukan sampai pada Pemilihan Gubernur Jakarta  2017 yang mana didalamnya terdapat tiga Kandidat Cagub dan Cawagub yang bertarung, yaitu Pasangan Ahok-Jarot, Anis-Sandi dan Agus-Siylvia.

Pada perkembangannya, Rizieq Sihab ternyata juga mempengaruhi masarakat  Jakarta agar jangan memilih Ahok karena dianggap seorang penista agama, sehingga akhirnya Ahok kalah dalam Pilbgub Jakarta. Selain kalah dalam Pilgub Ahok juga nantinya diseret dalam pengadilan dengan tuntutan penistaan Agama yang diajukan oleh aktifis 212. Ahok di adili dalam kondisi Jakarta penuh demo aktifis 212. Pengadilan akhirnya memutuskan Ahok bersalah dan dijebloskan kedalam penjara.

Disisi lain, dalam pandangan orang-orang yang kontra terhadap Riziq Sihab, mereka menganggap kasus Ahok bukanlah suatu pelecehan agama, mereka beranggapan Rizieq Sihab sebagai tokoh agama yang ditunggangi politikus untuk menggulingkan Ahok dari jabatannya sebagai Gubernur Jakarta. Apalagi momen kemunculannya mendekati pemilihan gubernur DKI Jakarta. Bukti lainnya adalah adanya dukungan Politik Rizieq Sihab pada pasangan calon Gub dan Wagub Anies –Sandi.

Kekalahan Ahok dari Pilgub DKI Jakarta 2017, serta dijebloskannya Ahok ke penjara yang dipengaruhi aksi Riziq Sihab bersama ormas FPI-nya membuat berang orang-orang yang kontra dengannya. Riziq Sihab pun akhirnya gentian diserang.

Serangan kepada Rizieq Sihab pertama adalah dengan munculnya sebuah video yang di upload Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) kepada Habib Rizieq yang dianggap melakukan penistaan agama Kristen.

Rizieq Sihab dilaporkan terkait ceramah “ucapan natal” yang dianggap oleh PMKRI telah melecehkan umat Kristani. Video tersebut tersebar luas di berbagai sosial media, seperti youtube, twitter, facebook dan instagram (https://news.detik.com/berita/d-3380801/dianggap nistakan-agama-habib-rizieq-dilaporkan-ke-polisi).
Selain kasus tersebut, Rizieq Sihab juga dilaporkan telah melakukan pelecehan terhadap lambang Negara Indonesia serta menghina kehormatan martabat Ir Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Republik Indonesia dengan menyatakan bahwa “Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala” (https://news.detik.com/berita/d-3409529/ini-ucapan-habib-rizieq-yangmenyeretnya-jadi-tersangka)

Tidak berhenti sampai itu saja, Rizieq Sihab juga diserang dengan munculnya pemberitaan terkait balada cinta Riziq Sihab di media sosial maupun media online. Muncul sebuah pemberitaan yang mengatakan bahwa ketua FPI tersebut terduga melakukan chat sex dengan Firza Husein yang merupakan murid di pengajiannya. Habib tertuduh sebagai pelaku karena dalam pemberitaan yang dimuat tersebut terpampang nama kontak whatsapp Habib beserta Firza Husein. (http://news.liputan6.com/read/2956357/kak-ema-dalam-balada-rizieq-dan-firza).
Setelah di identifikasi kebenarannya oleh pihak kepolisian ternyata pihak kepolisian menghasilkan bahwa chat tersebut bukanlah hoax melainkan asli. Rizieq Sihab dinyatakan sebagai tersangka karena melanggar Undang Undang Pornografi (http://www.suara.com/news/2017/05/29/190454/rizieqjadi-tersangka-kasus-chat-sex-banyak-yang-tersinggung).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka Rizieq Sihab diminta untuk memberikan keterangan di pengadilan, namun rupanya Rizieq Sihab mangkir saat di mintai keterangan terkait kasus tersebut, meskipun di sisi lain ia menyatakan kasus Chat mesumnya dengan Firza Husain merupakan fitnah.

Panggilan kepolisisan selalu tidak digubris Rizieq Sihab, hingga akhirnya tersiar kabar Rizieq Sihab pergi ke luar negeri yaitu ke Malaysia dan Arab Saudi. Muncul pemberitaan yang mengatakan bahwa Rizieq Sihab sengaja untuk menghindari panggilan terhadapnya, sedangkan pada mulanya pengacara Rizieq Sihab membantahnya, dan mengatakan bahwa Rizieq Sihab sedang melakukan umroh. Karena selalu mangkir dari pemeriksaan maka dikeluarkanlah surat pemanggilan Rizieq Sihab untuk kembali ke Indonesia guna memenuhi keterangan terkait kasus chat sex dengan Firza Husein (https://metro.sindonews.com/read/1205297/170/duakali-mangkir-polda-keluarkan-surat-pencarian-habib-rizieq-1494844479).

Panggilan tersebut pada akhirnya tidak pernah di penuhi Rizieq Sihab, hingga 08-10-2019 ini  Rizieq Sihab masih tetap berada di tempat pelariannya, selama di pelarian Rizieq Sihab kerap berpindah-pindah tempat, dari Malaysia ke Arab Saudi dan di Arab Saudi pun kerap berpindah-pindah tempat. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search