Dari GRID ke AIDS

- September 17, 2019
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome umumnya dikenal sebagai penyakit laknat yang biasanya diderita oleh pengamal sex bebas kelas berat, tapi jarang orang yang tahu bahwa mulanya penyakit tersebut dinamai gay-related immune deficiency atau GRID, yang dalam bahasa sederhananya bermaksud “Penyakit Bejad dari Kaum Homo Seksual”.

Perubahan penamaan dari GRID ke AIDS lika-likunya panjang, merangkumi sejarah mula-mula kemunculannya hingga keganasan efeknya.

AIDS merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus HIV. Sementara yang dimaksud dengan virus HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus atau virus perusak kekebalan tubuh.

Seseorang yang terinfeksi virus HIV kekebalan tubuhnya menjadi rusak, berbagai macam penyakit mulai dari flu, bengkak, gatal-gatal, mual-mual, batuk-batuk sampai pada mencret mudah menghantam penderitanya. Oleh karena itu para pakar kesehatan mendefiniskan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sebagai suatu kumpulan gejala penyakit akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Pada prinsipnya AIDS adalah nama penyakit, sementara HIV adalah virus penyebabnya.

Virus HIV digolongkan menjadi dua macam, yaitu HIV-1 dan HIV-2, dinamakan HIV-1 karena virus itu muncul dari perbuatan kotor manusia yang ditularkan ke manusia lainnya, sementara dinamakan Virus HIV-2 karena virus tersebut muncul dari berbuatan kotor binatang (Sinpanse-Gorila) yang menular kepada manusia. Kedua-duanya baik HIV-1 maupun HIV-2 sama-sama ganasnya.

Sejarah Kemunculan AIDS

Kemunculan AIDS terutamanya yang timbul karena virus HIV-1 mula-mula ditemukan di Amerika Srikat, tepatnya ditemukan pada Tahun 1981. 

Waktu itu salah seorang Gay (Homo) tiba-tiba ambruk di salah satu rumah sakit Amerika. Para pakar menemukan jenis virus baru pada tubuhnya. Kala itu virus dianggap aneh, sebab selain kinerjanya agresif dalam merusak kekebalan tubuh (Imun) juga sangat mematikan.

Kemunculan virus tersebut menjadi gempar manakala ditemukan virus serupa pada 26 orang pria homoseksual di New York, San Francisco, dan Los Angeles. Maka mulai selepas itu penyakit yang menghantam kaum Gay atau Homo tersebut dinamai oleh pakar kesehatan dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dengan nama GRID atau gay-related immune deficiency.

Selanjutnya, berkenaan dengan kemunculan AIDS yang timbul karena virus HIV-2, mula-mula dijumpai di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1920. Pada tahun tersebut dilaporkan adanya penyebaran infeksi virus dari Simpanse dan Gorila kepada manusia. Desas-desus kemudian timbul bahwa tertularnya virus HIV-2 dari Sinpanse dan Gorila kepada manusia disebabkan adanya kontak seksual antara manusia dan kedua binatang itu. Begitulah desa-desunya.

Perubahan nama dari GRID ke AIDS

Mulanya dari kasus-kasus yang ditemukan, para pakar kesehatan dari CDC meyakini bahwa penyakit AIDS hanya memenerjang kaum Gay saja, akan tetapi anggapan tersebut rupanya terbantahkan selepas ditemukan kasus lain. 

Penyebaran penyakit AIDS ternyata tidak hanya ditularkan melalui hubungan sesama jenis (Homoseksual) saja melainkan juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual beda jenis maupun kontak non seksual seperti transfusi darah, penggunaan jarum suntik, ataupun penularan dari ibu ke bayi.

Selepas ditemukannya fakta baru bahwa penyakit AIDS bisa menulaar pada siapapun maka untuk kemudian para pakar kesehatan dari CDC mengubah nama penyaikit GRID menjadi AIDS.

Perubahan nama penyakit dari GRID ke AIDS semacam menjadi bahasa penghalus, sebab nyatanya penyakit tersebut tidak hanya menyerang para pendosa saja, yang tak berdosapun bisa terserang. 

Malang memang tak bisa dibendung, munculnya dari pendosa imbasnya sampai pada yang tak berdosa.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search