Novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard karya Nawal Al-Sa’adawi

- Agustus 21, 2019
Novel موت الرجل الوحيد على الأرض (Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard) adalah salah satu novel karya Nawal Al-Sa’adawi yang resmi dipasarkan dan dicetak pertama kalinya pada tahun 1975.

Nawal Al-Sa’adawi adalah penulis termasyhur yang juga pernah berprofesi sebagai dokter. Nawal Al-Sa’adawi lahir pada 27 Oktober 1931, dari keluarga tradisional dan konservatif di desa Kafr Tahla, salah satu desa yang terletak di Banha  Provinsi Qalyubiya Mesir. Ayahnya adalah seorang pejabat pemerintah di Kementerian Pendidikan. Ayahnya merupakan salah satu dari para pejuang yang melakukan pemberontakan melawan pendudukan Inggris di Mesir dan Sudan. Ayahnya juga juga berpartisipasi dalam revolusi 1919. Sebagai hukuman ayahnya dipindahkan ke sebuah desa kecil di Delta Sungai nil dan selama itu ayahnya tidak dipromosi selama 10 tahun dari jabatannya

Sinopsis Novel

Novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard  atau yang dalam terjamahan Indonesianya berjudul “matinya seorang laki-laki” yaitu novel yang bertemakan sosial, didalamnya mengangkat kisah kehidupan keluarga petani miskin di sebuah desa yang terletak di Mesir, kesengsaraan keluarga petani miskin itu diperparah dengan buruknya perlakuan kepala desa dan anak buahnya terhadap keluarga tersebut.

Keluarga petani miskin itu adalah kakak beradik Kufrawi dan Zakiyah, Kufrawi seorang duda yang ditinggal mati istrinya, ia mempunyai dua anak perempuan cantik dan lugu bernama Nafisah dan Zainab, sementara Zakiyah adik Kufrawi juga merupakan seorang janda yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Jalal.

Pada mulanya keluarga petani kakak beradik yang tinggal dalam satu rumah itu hidup bahagia meski penuh dengan kesederhanaan. Kebahagiaan itu kemudian sedikit demi sedikit hancur ketika sang kepala desa yang bernama Umdah berambisi untuk menodai kesucian anak-anak perempuan Kufrawi.

Melalui cara-cara liciknya, Umdah yang dibantu anak buahnya menekan keluarga miskin itu dengan pajak dan hutang, peristiwa itu yang kemudian menyebabkan Jalal anak Zakiyah tidak betah tinggal dikampung halamannya, Jalal kemudian menghilang dari desanya tanpa pamit kepada ibu dan uwaknya. Ketika keluarga petani miskin itu ditinggalkan anak laki-laki pembela keluarga, Umdah mulai masuk mempengaruhui Kufrawi agar mempekerjakan Nafisah anak perempuan tertuanya untuk dipekerjakan di rumahnya, Kufrawi yang kala itu sedang kesulitan keuangan memaksa Nafisah untuk mau bekerja dirumah Umdah, akan tetapi Nafsiah yang pernah mengalami pelecehan seksual oleh Umdah menolaknya, ia memilih kabur meninggalkan desanya.

Rencana jahat Umdah terhadap keluarga petani tersebut muncul kembali setelah Umdah mendapati Zainab tumbuh menjadi sosok perempuan remaja yang kecantikannya mirip kakaknya, ia ingin menggagahinya. Menganggap Kufrawi sebagai penghalang, Sang Kepala Desa kemudian membunuh Kufrawi, tanpa seorangpun yang mengetahui dimana mayatnya.

Sepeninggal Kufrawi, keluarga petani itu hanya tinggal Zakiyah dan Zainab, berbagai cara dilakukan Umdah untuk dapat memiliki Zainab, namun Zakiyah terus menghalanginya, Umdah kemudian menggunakan jasa tukang sihir untuk menguna-guna Zakiyah sehingga ia tertimpa penyakit aneh. Zainab menjadi seorang putri remaja yang menderita selepas bibinya terkena penyakit aneh, sebab tidak ada lagi yang mecari nafkah untuk dirinya, iapun kemudian meminta bantuan orang-orang dikampung halamanya untuk menyembuhkan penyakit bibinya.

Dalam keadaan itu Umdah melalui anak buahnya mengarahkan Zainab  untuk berobat kepada seorang dukun yang memang telah ia persiapkan sebelumnya.  Melalui pengobatan dari dukun tersebut Zakiyah sembuh, akan tetapi selepas mengamalkan mantra-mantra penyembuhan yang kebetulan dilakukan Zainab  itu, Zainab menjadi aneh, ia sering dibisiki mahluk yang mengaku tuhan, dalam bisikan itu tuhan memerintahkan Zainab  untuk bekerja pada Umdah sang kepala desa.

Zainab yang meyakini yang membisikinya adalah tuhannya, maka iapun kemudian memutuskan untuk bekerja di rumah Umdah, pada saat bekerja di rumah Umdah inilah keperawanan Zainab  hilang, dan selama beberapa waktu Zinab bekerja dirumah Umdah, dan selama itu pula Zainab mendapatkan pelecehan seksual, namun karena Zainab  merasa itu perintah tuhan ia menjalani hidup dengan biasa. Berlalunya waktu, Jalal anak Zakiyah yang dahulu menghilang dari rumah kembali ke desanya, kedatangan Jalal kerumahnya membuat keluarga petani itu seperti normal kembali, sebab  ladang pertanian milik Zakiyah yang lama terbengkalai kini ada yang mengurus kembali. Jalal kemudian dinikahkan oleh Zakiyah dengan Zainab, pernikahan tersebut kemudian membuat marah Umdah, sebab  selepas perkawinan, Zainab  tidak lagi mau bekerja pada Umdah dan tentunya Umdah tidak lagi dapat melakukan pelecehan seksual.

Umdah kemudian memfitnah Jalal telah mencuri uangnya, Jalal dalam peristiwa ini kemudian ditangkap oleh polisi dan dipenjara di Kota. Suatu waktu Zainabpergi ke kota dengan sedikit uang, tujuannya hendak menjenguk suaminya, tapi Zainab  kemudian menghilang tanpa seorangpun yang tahu.

Selepas kepergian Zainab, Zakiyah hidup sendiri dirumahnya, ia tertekan hidupnya seperti orang gila karena kehilangan seluruh kelurganya, akan tetapi pada suatu waktu ia mengetahui tentang rahasia kehancuran keluarganya, ia mendapatkan berita bahwa penyebab kehancuran keluarganya adalah Umdah kepala desanya sendiri. Seperti dirasuki setan, selepas mendengar berita itu Zakiyah membawa cangkul yang biasa ia gunakan untuk bertani, ia menuju rumah Umdah dan menghampirinya, Zakariyah memukulkan cangkul tersebut ke kepala Umdah hingga pecah, Umdah tewas. Begitulah matinya seorang laki-laki tamak ditangan Zakiyah. Selepas peristiwa itu Zakiyah dipenjara.

Baca Juga: Penokohan Pada Novel Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard karya Nawal Al-Sa’adawi

Berikut ini adalah Novel موت الرجل الوحيد على الأرض (Maut Ar-rajul Al-Wahid A’la Al-Ard) dalam bentuk Pdf, selamat membaca..!


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search