Kegunaan dan Manfaat Jambu Biji

- Juli 17, 2019
Selain sebagai bahan pangan, beberapa bagian dari tanaman jambu biji dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat resep pengobatan, seperti: mengobati diare, disentri, demam berdarah, gusi berdarah, dan sariawan.

Jambu biji mengandung vitamin C yang cukup tinggi, yaitu tiga kali lebih banyak dari jeruk manis yang hanya 49 mg per 100 g. Vitamin C sangat baik sebagai antioksidan. Namun, sebagian besar vitamin C jambu biji merah terkonsentrasi di kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal.

Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya saat menjelang matang. Dilihat dari kadar kemanisannya, jambu biji matang optimal akan memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan saat matang dan kurang manis saat lewat matang.

Melihat kandungan vitamin C jambu biji dapat mencukupi kebutuhan vitamin C orang dewasa yang sebesar 70-75 mg per harinya per 100 gr Jambu biji. Selain itu, jambu biji juga kaya akan serat, khususnya pektin (serat larut air) yang dapat digunakan untuk pembuatan gel/jeli. Manfaat pektin lainnya adalah menurunkan kolestrol dengan cara mengikat kolestrol dan asam empedu dalam tubuh serta membantu pengeluarannya.

Jambu biji mengandung tanin yang menimbulkan rasa sepat pada buah, namun bermanfaat memperlancar sistem pencernaan dan sirkulasi darah serta menyerang virus. Jambu biji merah juga mengandung kalium yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi ke sel tubuh, serta menurunkan kadar kolestrol total dan tekanan darah tinggi.

Pada jambu biji juga ditemukan likopen, yaitu zat karotenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang terdapat dalam darah serta memiliki aktivitas antioksidan yang bermanfaat memberikan perlindungan pada tubuh dari beberapa jenis kanker.

Suwarto (2010) mengatakan bahwa jambu biji mengandung vitamin A yang tinggi. Pada jambu biji yang berdaging buah merah mengandung karoten 3,1 mg per 100 gram daging buah, sedangkan pada jamb biji berdaging buah putih tidak terdeteksi adanya karoten (pada panjang gelombang 450 nm).

Jambu biji berdaging buah merah mengandung asam panthotenat lebih tinggi (0,17 mg) dari yang berdaging buah putih (0,13mg). Kandungan tiamin rata jambu biji berdaging buah merah lebih tinggi (0,059 mg) dari pada yang berdaging buah putih (0,03 mg). Menurut Dzakiy yang dikutip oleh Agustinus (2009), buah jambu biji merah memiliki kandungan vitamin Cyang lebih tinggi dari jambu biji putih.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search