Sunan Giri Jadi Raja

- Juni 13, 2019
Bungfei.com-Selain Sunan Gunung Jati, ada satu lagi anggota Wali 9 yang kelak dinobatkan menjadi Raja. Ia adalah Sunan Giri, Kerajaan yang didirikannya terbilang kuat sebab berhasil menangkis dua kali serangan Majapahit, kerajaan yang didirikan oleh Sunan Giri dikenal dengan nama Giri Kedaton.

Serat Centhini menyebutkan, Brawijaya merasa kewibawaan Majapahit dan dirinya sebagai Raja yang memerintah didalamnya terusik, mengingat para Raja di Nusantara kini berbondong-bondong minta izin kepada Sunan Giri yang berkedudukan di Giri Kedaton bilamana mereka menobatkan Raja baru. Majapahitpun kemudian menyerang Giri Kedaton,  Tapi siapa sangka serangan yang dilancarkan sebanyak dua kali rupanya gagal. Majapahit kalah telak, meskipun waktu itu Majapahit hanya menyerang Pesantren.

Kegagalan serangan Majapahit dan kuatnya pertahanan Giri Kedaton membuat pesantren yang didirikan Sunan Giri naik kasta, Pesantren itupun kemudian berubah menjadi Kerajaan dengan Raja pertamanya Sunan Giri, gelar yang disandangnya  Prabu Satmata.

Sunan Giri dilantik menjadi Raja Giri Kedaton pada tanggal 9 Maret Tahun 1487 Masehi, tidak lama selepas kegagalan Majapahit meyerang Giri. Sunan Giri memerintah Giri Kedaton dari mulai Tahun 1487 hingga 1506.

Imperium Kerajaan Giri Kedaton mulanya hanya pesantren, akan tetapi karena kewibawaan yang dimiliki Sunan Giri muridnya datang dari berbagai wilayah Nusantara diantaranya datang dari Maluku, Sulawesi, dan Jawa.

Menurut Graaf (Ricklefs, 1974), lahirnya berbagai macam kerajaan, seperti Demak, Pajang dan Mataram tidak lepas dari peranan Sunan Giri. Pengaruhnya melintas sampai keluar Jawa, seperti Makasar, Hitu dan Ternate. Konon seorang Raja barulah sah Kerajaannya kalau sudah direstui Sunan Giri.

Pengaruh dan Kewibawaan Sunan Giri juga tercatat dalam naskah Thorugh Account Of Ambon, serta berita dari orang Portugis dan Belanda di Kepulauan Maluku, dalam naskah dan kabar tersebut dijelaskan “Kedudukan Sunan Giri disamakan dengan Paus bagi umat Kaltolik Roma, atau Khalifah bagi umat Islam. Kabar ini sesuai juga dengan apa yang disampaikan dalam Babad Demak yang menyatakan Sunan Giri sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di Jawa.

Dalam membangun Kerajaannya, Sunan Giri terbilang tida tanding dizamannya, sebab ia menggunakan jalur agama, ekonomi, politik, budaya dan pendidikan. Maka tidaklah mengherankan Giri Kedaton dimasa Sunan Giri menjadi maju pesat, baik dalam sisi pendidikan, Agama, Politik dan Budaya.
Reruntuhan Giri Kedaton
Dimasa pemerintahan Sunan Giri, Giri Kedaton didalamnya sudah terbangun Istana, Masjid, Tamansari, serta Pesantren untuk menampung para santri. Kala itu Giri tidak saja menjadi pusat pemerintahan akan tetapi juga sebagai pusat keagamaan.

Sunan Giri wafat pada tahun 1511, kedudukannya kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Sunan Dalem, yang memerintah dari tahun 1511-1551. Kerajaan Giri Kedaton terus berjalan hingga memiliki beberapa raja, sampai pada akhirnya ketika Kesultanan Mataram diperintah Sultan Agung (1613-1645) Giri berubah statusnya menjadi Keadipatian bawahan Mataram. 


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search