Naskah Babad Děrmayu, Koleksi Bambang Irianto

- Juni 29, 2019
Lebih dari dua naskah kuno yang membahas mengenai Babad Děrmayu, atau sejarah Indramayu, salah satunya adalah naskah milik Bambang Irianto, seorang pecinta benda-benda kuno asal Cirebon yang berprofesi sebagai Dokter Hewan. Naskah Babad Děrmayu kini tersimpan di tempat tinggalnya.

Naskah Babad Děrmayu yang dimaksud berkode 33/Bab/BLAJ-MBI/2016, naskah menggunakan bahasa dan aksara Jawa, sementara ditinjau dari gaya penulisannya, naskah berbentuk puisi, naskah berjumlah 177 halaman , pada tiap-tiap halamannya berjumlah 15 baris kata yang membentuk kalimat. Naskah berukuran 22 x 17 cm/ 19 x 12 cm dengan jenis kertas bergaris.

Kondisi naskah baik dan lengkap. Hanya saja terdapat kerusakan pada tepi naskah dan lubang-lubang di halaman awal. Terdapat 13 garis panduan yang melintang horizontal setiap halaman. 

Tidak ditemukan kata alihan dalam setiap halaman. Teks ditulis dengan tinta hitam dan terbaca dengan jelas. Naskah setebal 0,8 cm ini bersampul kertas karton coklat dengan robekan bagian atasnya dan jilidan naskah menggunakan benang. 

Penomoran tambahan naskah ditulis berupa numerik Arabic menggunakan pensil di sebelah kanan atas pada bagian recto dan sebelah kiri atas pada bagian verso. Asal kepemilikan naskah berasal dari Mustakim warga Desa Kertasemaya, Indramayu. 

Naskah mengisahkan tentang asal-usul berdirinya Indramayu yang diprakarsai oleh Raden Wiralodra yang berasal dari Bagelen. Ketika ia bertapa di Gunung Sumbing, Raden Wiralodra mendapat ilham jika ingin mendapat kemuliaan, ia harus mencari Sungai Cimanuk dan membuka pedukuhan di sana. Akhirnya, setelah menghadapi berbagai rintangan, ia berhasil menemukan Sungai Cimanuk dan menurunkan anak cucunya di sana.

Kutipan awal teks naskah (hlm.1): “...Sinom// wontěn kandha kang carita caritane du(k) hing dhingin turunipun Wiralodra lar akělar hasal neki laki Jaka Kuwat mangkin Pějajaran putra ratu pěputra den Mangkuyuda juměněng haneng Metawis hapěputra hangabehi Wirasěca// Wirasěca pan kagungan Kartawangsa putra mangkin jěněng Tuměnggung Metaram wědhare turun puniki kantos datěng Majapahit pan sanak kadang sědulur Paněmbahan Ki Běthara kang sumareh Gunung Kumbang hingkang kathah wědhare kang para putra//...”.

Kutipan akhir teks naskah (hlm. 174): “…kang ganti (naskah rusak/sobek) Wiralodra Raden Kristal dadi dalěm pangkat Wiralodra kagungan putra/ wolu; Raden kakung Martali Wirakusuma Raden hestri Nyi Hayu Rangga Wirahadibrata Raden kakung Madakusuma Raden kakung Hekasubrata Raden kakung Suradisastra Raden hestri Nyihayuhanjani Raden kakung Kalid Wiradaksana/ Raden kakung Yogya Kartawilasa Raden kakung Prawiradirja//...”.

Sumber Bacaan: 
Draf Deskripsi Naskah Keagamaan Cirebon II. Koleksi Bambang Irianto. Bidang Lektur an Khazanah Keagamaan Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama. Jakarta. 2019


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search