Mengenal Bani Hasyim Keluarga Nabi Muhamad

- Februari 08, 2019
Nabi Muhamad adalah seorang nabi dari Bani Hasyim maksudnya keturunan Hasyim, adapun nama Hasyim sendiri sebenarnya adalah buyut dari Nabi Muhamad, karena beliau merupakan ayah dari kakek Nabi, adapun silsilah Hasyim hingga Nabi Muhamad adalah sebagai berikut:

  1. Hasyim (Amru), berputra
  2. Abdul Muthalib (Syaibah), berputra
  3. Abdullah, berputra
  4. Muhamad SAW
Baca Juga:  Silsilah Nabi Muhamad SAW

Hasyim yang nama aslinya Amru itu adalah anak dari Abdu Manaf, beliau merupakan orang yang dipercaya memegang urusan air (Semacam Pejabat PDAM di Indonesia) untuk keperluan orang-orang yang melaksanakan Ibadah Haji.

Pada jaman dahulu, orang-orang Qurays ini biasa membagi-bagi jabatan penting pengurusan Mekah kepada orang-orang yang dianggap Kompten dan berdarah biru atau keturunan Ismail. Dan kebetulan waktu itu Hasyim mendapatkan bagian untuk mengurusi Air minum di Mekah.

Dalam catatan sejarah, Hasyim dikenal sebagai pria yang kaya raya dan terhormat, Hasyim juga dikenal sebagai laki-laki yang gemar bersodaqoh untuk para Jamah Haji, sebab ketika ia menjabat sebagai kepala pengurusan Air mekah ia lah orang yang pertama-tama membagikan Remukan Roti bersama kuahnya untuk makanan Jamaah Haji, makanan tersebut oleh Hasyim dipersembahkan secara geratis.

Selain dikenal karena kedermawanannya, Hasyim juga merupakan pencetus atau pembuka jalur perjalanan dagang dua kali dalam setahun bagi orang-orang Qurays, yaitu sekali pada musim dingin dan sekali pada musim panas. Sebelumnya orang-orang Qurays hanya berdagang dimusim panas saja.

Selain dibebani dengan tanggung jawab sebagai kepala pengurusan Air Mekah, Hasyim Juga berprofesi sebagai pedagang besar. Diantara kisah kehidupannya yang tercatat dalam sejarah adalah kisah ketika ia berdagang ke Syam, pada saat ia melewati Madinah (Yastrib) ia menikahi Salma binti Amru dan menetap beberapa bulan bersama Istrinya di Madinah.

Selepas menetap di Madinah, ia kemudian melanjutkan perjalanannya untuk berdagang ke Syam sementara istrinya tetap tinggal di Madinah, sebab saat itu Istrinya sedang mengandung Abdul Muthalib (Kakek Nabi).

Ketika melanjutkan perjalanannya ke Syam, Hasyim rupanya terserang penyakit, sehingga ia wafat ketika berada di Palestina. Selepas wafatnya Hasyim tidak lama kemudian pada tahun 497 Masehi Salmah melahairkan anak laki-laki yang dinamai Syaibah, arti kata Syaibah sendiri adalah uban, nama itu diberikan kepada anaknya yang baru lahir karea bayi itu lahir sudah ditumbuhi bebrapa uban dirambutnya.

Di Mekah sepeninggal Hasyim urusan pengairan Mekah dilimpahkan kepada Al-Muthalib saudara dari Hasyim. Karena mendapatkan informasi bahwa Hasyim memiliki anak di Madinah, maka Al-Muthalib ini kemudian menjemput keponakanya di Madinah.

Syaibah kemudian dibawa pulang ke Mekah, orang-orang Mekah melihat Syaibah ini pada mulanya disangka Budaknya Almuthalib, dari itulah orang mekah menamai Syaibah dengan nama Abdul Muthalib. Mulai setelah itu Syaibah lebih dikenal dengan nama Abdul Mutholib yang bermaksud budaknya Al-Mutahalib. Kelak dari jalur Ab dul Muthalib  inilah lahir sekumpulan orang yang kelak disebut sebagai Bani Hasyim.

Baca Juga: Abdul Muthalib, Kakek Nabi Muhamad SAW


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search