Seputar Nama Asli Mpu Prapanca

Nama asli Mpu Prapanca sebenarnya sudah diketahui karena memang sudah ditemukan, meskipun begitu nama aslinya ini terbilang panjang dan cenderung bertele-tele dan yang jadi sebelnya susah dihafalkan, sehingga orang bahkan sekelas sejarawan sekalipun malas untuk menuliskannya.

Dalam sejarah Indonesia, Mpu Prapanca dikenal sebagai pengarang sekaligus penulis Naskah Negara Kertagama. Yaitu suatu Naskah yang didalamnya mengisahkan gambaran kondisi Majapahit pada masa Hayam Wuruk dan Gajah Mada masih hidup.

Nama Prapanca sebagai penulis Negara Kertagama dapat ditemui dalam naskah tersebut, tepatnya pada pupuh 17/8 yang mana terjamah dari sebagian teks tersebut adalah sebagai berikut:
“Juga orang yang menyamar dengan nama Prapanca dengan gembira ikut mengiringi Paduka Baginda; tidak lain pujangga itu adalah putra Samenaka, nalurinya gemar pada Kakawin, ia diangkat oleh Baginda sebagai pembesar urusan Agama Buadha menggantikan ayahnya”.
Pada teks di atas dipahami bahwa seorang yang menggunakan nama samaran Prapanca mengaku sebagai penulis/pujangga dibalik terciptanya Negarakertagama.  Lalu siapa nama asli Prapanca, inikan yang ditunggu-tunggu anda ?

Berdasarkan hasil analisis kesejarahan yang telah dilakukan para sejarawan, diketahui bahwa nama asli Mpu Prapanca adalah “Dang Acarya Nadendra”, yang bersangkutan merupakan bekas pembesar urusan agama Budha di Istana Majapahit (Abimayu, 2017:271).

Jasa Dang Acarya Nadendra dalam menginformasikan Majapahit memang luar biasa, naskah yang dihasilkan olehnya pun terbilang akurat, maka tidak mengherankan Naskah Negarakertagama kemudian diakui oleh UNESCO pada tahun 2008 sebagai bagian dalam daftar ingatan dunia.

Naskah ciptaan Dang Acarya Nadendra yang paling terkenal itu ditemukan di Lombok, ketika Belanda menaklukan Lombok pada tahun 1894. Naskah ini diselamatkan oleh Brandes dari reruntuhan Perpustakaan Istana Cakraningrat Lombok.

Beberapa tahun selepas ditemukan, Naskah Negara Kertagama disimpin di Universitas Leiden, bersama Naskah Lontar lainnya yang juga ditemukan di Lombok  dengan kode penyimpanan L Or5.023. Lalu, ketika Ratu Juliana dari Belanda mengunjungi Indonesia pada tahun 1973, naskah ini diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Kini naskah Negara Kertagama tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan kode NB. 09.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel