Asal-Usul Kitab Nahwu Al-Jurumiyah Dan Isinya

- Januari 03, 2019
Kitab Al-Jurumiyah atau dalam bahasa Arab (الآجُرُومِيَّة‎) merupakan kitab nahwu wajib yang diajarkan di Pesantren-Pesantren di Indonesia. Kitab ini di susun oleh sorang Maroko yang bernama Abu Abdillah Sidi Muhammad bin Daud Ash-Shanhaji alias Ibnu Ajurrum. 

Dikalangan pesantren beliau hanya dikenal dengan sebutan Syekh Sonhaji. Kitab ini ditulis pada abad ke-7 Hijriyah atau pada abad ke 13 M. Di Indonesia waktu itu kira-kira Jaman Kerajaan Majapahit. Syekh Sonhaji sendiri wafat pada abad ke 14 tepatnya pada Tahun 1324 M.

Ada kisah unik mengenai kenapa kitab ini dinamakan الآجُرُومِيَّة‎, menurut kisah yang beredar dikalangan Pesantren kitab ini disusun ketika Syekh Sonhaji berada di Mekah, beliau mendapati orang-orang non Arab banyak yang kesulitan dalam memahami bahasa Arab, sehingga pada nantinya kebayakan di antara mereka untuk kemudiannya kesulitan memahami al-Quran. Sebab itulah kemudian beliau menyusun buku yang isinya membahas mengenai imu tata bahasa Arab (Nahwu). 
Ilustrasi
Setelah selesai menulis, rupanya Syekh Sonhaji gelisah, apakah kitab yang ia buat itu nantinya bermanfaat atau tidak untuk orang-orang yang hendak memamahi atau mempelajari Bahasa Arab. Setelah melalui tafakur yang panjang akhirnya beliau memutuskan untuk pergi ke Pantai. 

Di Pantai beliau kemudian mengikat Kitab yang telah beliau buat sebelumnya kedalam sebuah wadah dan untuk kemudiannya kitab tersebut beliau tenggelamkan di pinggir pantai dengan cara diberikan pemberat berupa batu. Beliau berkeyakinan, jika kitab tersebut ketika dihempas ombok kemudian hilang dibawa lautan, maka itu pertanda bahwa kitab tersebut tidak akan bermanfaat, dan jika kitab tersebut masih utuh maka beliau berkeyakinan bahwa nantinya kitab tersebut layak disebarkan kepada masyarakat umum dan bermanfaat. Beliau pun kemudian meninggalkan kitab tersebut selama beberapa hari di Pantai. 

Ajaibnya, setelah beberapa hari di tinggal, rupanya Kitab tersebut masih dalam keadaan semula, masih dibawah batu, padahal batu yang dijadikan pemberat tidak seberapa besarnya, mulailah setelah itu beliau kemudian mengajarkan kitab yang beliau buat kepada orang banyak. 

Kitab tersebut kemudian dinamakan Al-Jurumiyah. Dua kata yang disatukan menjadi nama kitab. Kata Jur sendiri berasal dari kata (زار- يزور) yang mempunyai arti berjalan-mengalir, dan (مياه) sendiri bermaksud air. 

Maksudnya kitab yang tidak terbawa air laut. Namun perlu dicatatat bahwa karena kedua kata itu dijadikan satu kata, akhirnya dirubahlah huruf (ز) menjadi (ج) dan kata مياه menjadi ميّة, hingga kemudian menjelma menjadi kata جُرُومِيَّ, Syekh Sonhaji setelah peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan Ibnu Jurum atau anak yang yang (tak) terbawa air, mengikut nama kitab karanganya. 

Kitab Al-Jurumiyah didalamnya terdapat beberapa pembahasan atau bab, demikian beberapa pembahasan yang terdapat dalam kitab al-Jurumiyah:
  1. Bab Tentang Macam-Macam Ucapan Dalam Bahasa Arab
  2. Bab Tentang Perubahan Dalam Kata/Kalimat Bahasa Arab
  3. Bab Tentang Ciri-Ciri Perubahan Kata/Kalimat Bahasa Arab
  4. Bab Tentang Kata Keraja Dalam Bahasa Arab
  5. Bab Tentang Kata Benda Yang Dirafa’kan
  6. Bab Tentang Fail/Subjek Dalam Bahasa Arab
  7. Bab Tentang Mubtada Dan Khobar
  8. Bab Tentang Kata Sifat Dalam Bahasa Arab
  9. Bab Tentang A’taf
  10. Bab Tentang Taukid
  11. Bab Tentang Badal
  12. Bab Tentang Kata Kerja/ Isim Yang Dinasabkan
  13. Bab Tentang Maful Bih/Objek Dalam Bahasa Arab
  14. Bab Tentang Masdar
  15. Bab Tentang Dzaraf (Keterangan waktu dan Tempat)
  16. Bab Tentang Hal (Kondisi)
  17. Beab Tentang Tamyiz
  18. Bab Tentang Istisna
  19. Bab Tentang Huruf Laa
  20. Bab Tentang Munada
  21. Bab Tentang Maful Min Ajlih
  22. Bab Tentang Maful Ma’ah
  23. Bab Tentang Isim/Kata benda yang dikhafadkan
Catatan: Untuk melihat penjelasan dari tiap-tiap bab dalam kitab Al-Jurumiyah silahkan klik ke 23 judul-judul di atas.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search