Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Proposal Skripsi Penjas UPI Bandung

Contoh Proposal Skripsi Penjas UPI Bandung. Demikian ini adalah sistematika contoh Proposal Skripsi dalam bentuk yang nyata.

Judul : 

PEMAHAMAN LITERASI FISIK (PHYSICAL LITERACY) PADA SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN PHYSICAL LITERACY KNOWLEDGE QUESTIONNAIRE (PLKQ) (Penelitian Deskriptif Kuantitatif pada Siswa SDN 053 Cisitu Kota Bandung)

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kesehatan fisik seseorang termasuk kesehatan fisik seorang anak tingkat sekolah dasar berdampak pada aktivitasnya, semakin baik kondisi kesehatan fisiknya maka sudah barang tentu semakin baik pula aktivitas yang melibatkan fisiknya. Pada prinsipnya kesehatan fisik anak sekolah dasar juga dipengaruhi oleh dua hal, termasuk didalamnya dipengaruhi oleh pemahaman anak (faktor intern) terhadap literasi fisik dan usaha pihak lain (faktor ektern) dalam memberikan pemahaman kepada anak soal literasi fisik. Semakin baik pemahaman anak terhadap literasi fisiknya maka semakin baik pula ia menjaga kesehatan fisiknya. 

Pemahaman merupakan kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah seseuatu itu diketahui atau diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi (Laila & Rahmat, 2018, hlm.16). Sementara yang dimaksud dengan literasi fisik  menurut UNESCO sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menginterprestasi, menciptakan, merespon secara efektif dan mengkomunikasikan menggunakan dimensi ketubuhan manusia dalam cakupan luas situasi dan konteks (Corbin, 2016, hlm.15).
Menurut Istiqomah & Suyadi (2019, hlm. 155), bahwa  anak usia sekolah dasar berada pada dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah (6-9 2 tahun), dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun). 

Selanjutnya bahwa pada masa ini anak-anak mulai mampu mengembangkan produktifitasnya yakni kemampuan menggunakan logika, beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar yang terlihat pada kegiatan membuat kelompok dengan teman sebaya dan kemampuan menguasai emosi, mampu berkompetisi dan mengerjakan tugas-tugas sederhana yang diberikan (Saputri, 2017, hlm. 256)

Berdasarkan pada penjelasan tersebut dapatlah dimenegerti bahwa pada usia Sekolah Dasar, anak-anak dapat diberikan pemahaman mengenai literasi fisik melalui kegiatan pembelajaran yang dijalankan dilingkungan sekolahnya masing-miasing salah satunya dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. 
Literasi fisik adalah anggapan seseorang mengenai motivasi, kepercayaan kompetensi fisik, pengetahuan dan pemahaman sebagai upaya menghargai dan bertanggung jawab atas aktivitas fisik dalam hidupnya (Tahki, 2021, hlm. 204). 
Literasi fisik merupakan kemampuan untuk menggerakan badan secara percaya diri di sekolah, rumah dan komunitas lainnya, ketika anak-anak telah mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri agar dapat aktif secara fisik dalam kehidupannya (Permana dan Habibie, 2020, hlm. 222). Oleh karena itu, literasi fisik sangat penting bagi kehidupan manusia terutama dalam ranah olahraga di lingkungan pendidikan.

Pemahaman terhadap literasi fisik dapat memudahkan siswa dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah (Rahmatullah, 2019, hlm.57). 

Anak-anak yang sedang memasuki sekolah dasar merupakan masa dimana  anak-anak sedang berada pada usia emas atau golden age sehingga penting untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti luhur yang nantinya akan menjadi karakter setiap anak dikehidupan yang akan datang (Teguh, 2017, hlm. 19). Karakter tersebut dapat dikembangkan melalui literasi fisik yang diberikan oleh guru. Literasi fisik tersebut harus dipilih dan direncanakan pada saat penyampaiannya yang dapat dijadikan sebagai pusat pembelajaran (Nur dan Aprilo, 2021, hlm. 472). Pembelajaran yang tepat untuk memberikan anak pemahaman literasi fisik adalah melalui pembelajaran pendidikan jasmani.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani adalah suatu pembelajaran yang menuntut siswa untuk bergerak secara aktif dengan proses yang menyenangkan agar dapat mencapai tujuan dari olahraga yaitu meningkatkan kebugaran jasmani pada siswa (Nurkusuma dan Hartati, 2017, hlm. 110). Selanjutnya untuk mengetahui pemahaman literasi fisik siswa sekolah dasar dapat menggunakan instrument PLKQ. Physical Literacy knowledge Questionnaire (PLKQ) ini terbukti telah memenuhi syarat instrument di negara Canada untuk usia 8-12 yang kemudian diuji di Indonesia dengan memodifikasi sesuai dengan karakteristik budaya dan Bahasa Indonesia terbukti cukup valid dan reliabilitas (Priadana dkk., 2021, hlm. 21-32).

Penelitian terdahulu yang membahas mengenai Physical Literacy knowledge Questionnaire (PLKQ) pernah dilakukan oleh beberapa orang peneliti diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Priadana dkk (2021) dengan judul “Kelayakan Pengukuran Aspek Pengetahuan Pada Instrumen Physical Literacy Untuk Siswa Usia 8-12 Tahun”. 

Dalam penelitian ini telah dikaji mengenai kelayakan instrument PLKQ dalam hal pengetahuan konsep literasi fisik (Physical Literacy). Namun, pada penelitian tersebut tidak mengkaji mengenai pemhaman peserta didik terhadap konsep literasi fisik (Physical Literacy), oleh karena itu, sebagai bentuk usaha melanjutkan penelitian sebelumnya maka dalam penelitian ini, peneliti akan mengkaji lebih lanjut mengenai pemahaman peserta didik terhadap konsep literasi fisik (Physical Literacy) menggunakan instrument PLKQ. 

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat sebuah judul, yaitu “Pemahaman Literasi Fisik (Physical Literacy) pada Siswa Sekolah Dasar dengan Menggunakan Instrumen Physical Literacy Knowledge Questionnaire (PLKQ)  (Penelitian Deskriptif Kuantitatif pada Siswa SDN 053 Cisitu Kota Bandung)”

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Seperti apa Pemahaman Literasi Fisik (Physical Literacy) pada Siswa Sekolah Dasar dengan Menggunakan Instrumen Physical Literacy Knowledge Questionnaire (PLKQ) ? 

Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan dalam pembahasan sebelumnya, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Pemahaman Literasi Fisik (Physical Literacy) pada Siswa Sekolah Dasar dengan Menggunakan Instrumen Physical Literacy Knowledge Questionnaire (PLKQ). 

Manfaat Penelitian

Manfaat Segi Teoritis
Secara teoritis penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam memahami konsep pemahaman literasi fisik dan memahami bagaimana cara melakukan pengukurannya dengan menggunakan instrument Physical Literacy Knowledge Questionnaire (PLKQ). Dengan memahami teori-teori yang siduguhkan dalam penelitian ini maka pembaca diharapkan dapat menerapkannya sendiri apabila hendak melakukan penelitian yang serupa. 

Manfaat Segi Praktis
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu alternatif materi yang dimasukan ke dalam kurikulum sekolah dan diimplementasikan kepada peserta didik. Diharapkan sebagai langkah awal dalam pengenalan literasi fisik (physical literacy) kepada masyaarakat, khususnya seluruh peserta didik, dan diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memaksimalkan implementasi mengenai literasi fisik (physical literacy).

Manfaat Segi Kebijakan
Secara kebijakan, hasil penelitian ini etidak-tidaknya dapat memberikan dua manfaat secara langsung, yaitu ;
Bagi guru, pengetahuan dan pemahaman literasi fisik (physical literacy) diharapkan dapat dijadikan sebagai penentuan materi yang dapat dimasukan ke dalam kurikulum sekolah.
Bagi siswa, pengetahuan dan pemahaman literasi fisik (physical literacy) diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam melakukan aktivitas fisik selama pembelajaran berlangsung.

Manfaat Segi Isu dan Aksi  Sosial
Secara isu dan aksi sosial, dengan adanya pemahaman literasi fisik (physical literacy) diharapkan mampu memberikan motivasi agar dapat mengembangkan aktivitas fisik peserta didik dengan lebih mengembangkan pemahaman literasi fisik (physical literacy) mereka sehingga dapat mempermudah guru dalam pembelajaran pendidikan jasmani.

Struktur Organisasi Skripsi

Gambaran mengenai struktur ornaisasi skripsi dalam penelitian ini, didasarkan pada sistematika penulisan skripsi sesuai dengan keputusan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia dengan pedoman yang sebelumnya sudah dibuat dalam Karya Tulis Ilmiah (KTI) Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2019, adapun struktur organisasi skripsi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu;

  1. BAB I. Pendahuluan didalamnya memuat (1) Latar Belakang (2) Rumusan Masalah, (3) Tujuan Penelitian (4) Manfaat Penelitian dan (5) Struktur Organisasi Skripsi.
  2. BAB II. Kajian Pustaka, didalamnya memuat (1) Kajian Teori, yang mana didalamnya dibahas mengenai landasan teori yang berkaitan dengan penelitian yang sedang dilakukan dengan konsep dasar dari para ahli. (2) Penelitian yang Relevan, yaitu penelitian terdahulu yang mempunyai bahasan sejenis yang pernah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. 
  3. BAB III. Metodologi Penelitian, didalamnya  terdiri atas, hlm. (1) Desain Penelitian, (2) Tempat Penelitian, Waktu Penelitian, dan Partisipan Penelitian, (3) Populasi dan Sampel Penelitian, (4) Variabel Penelitian, (5) Definisi Operasional, (6) Instrumen Penelitian, (7) Teknik Pengumpulan Data, (8) Teknik Pengolahan Data, (9) Teknik Analisis Data dan (10) Prosedur Penelitian.
  4. BAB IV , Hasil Penelitian dan Pembahasan, didalamnya memuat temuan penelitian berdasarkan hasil pengolahan dan hasil analisis data serta pembahasan dari hasil temuan penelitian selama penelitian dilakukan oleh peneliti di lapangan sebagai jawaban dari berbagai pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya.
  5. BAB V ,Penutup, didalamnya memuat (1) Simpulan, (2) Implikasi, dan (3) Rekomendasi yang menyajikan berbagai penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian sekaligus mengajukan hal penting yang dapat dimanfaatkan dari hasil penelitian.


Posting Komentar untuk "Contoh Proposal Skripsi Penjas UPI Bandung"