11 Macam Jenis Diet

Diet sering kali dikaitkan dengan istilah menurunkan berat badan, namun pandangan tersebut salah besar. 

Secara pengertian diet sebenarnya dapat diartikan pola makan hidup sehat dalam hal kecukupan zat gizi yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kondisi tiap individu, baik berat badan, aktifitas, fisik, kadar lemak, dan gula darah. Namun istilah diet untuk menurunkan berat badan dimunculkan karena pola kehidupan manusia yang tidak sehat dan agar menjadi sehat dan seimbang dari segi gizi, keseimbangan nutrisi dan mencegah penyakit untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Jika anda terdapat keluhan pada badan anda, mungkin bisa mencoba istilah diet tersebut. Diet yang diartikan mengatur dan menyusun setiap harinya agar mempunyai pola makan yang baik dan sehat bagi tubuh. Jika tubuh sehat dan gizi nya seimbang, niscaya penyakit tersebut tidak akan datang dan imunitas menjadi kuat dan kebal akan penyakit.

Macam dan Jenis Diet menurut para pakar Gizi dan dokter yang telah kami himpun sangat beragam, meskipun begitu setidak-tidaknya terdapat 11 macam jenis diet yang berhasil kami himpun, yaitu:

1. Diet Katogenik

Diet Katogenik merupakan anjuran pola makan manusia yang lebih banyak dianjurkan mengkonsumsi makanan yang terdapat lemak sehat. Diet Katogenik tidak seperti diet pada umumnya, jenis diet ini lebih menekankan zat lemak dari pada protein. Dalam diet Katogenik sendiri tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi karbohidrat, kecuali kabohidrat sehat yang terdapat dalam sayuran.

Menurut beberapa sumber, diet Katogenik awal mulanya diperuntukan untuk orang yang sedang sakit dan masa penyembuhan penyakit epilepsi, membunuh sel-sel kanker. Masa penyembuhan tersebut tidak ditempuh dengan mengonsumsi obat-obatan namun dianjurkan dengan diet, diet tersebut bernama Katogenik.

Diet Katogenik selain dikhususkan untuk penyakit, diet tersebut juga dipercaya ampuh untuk penurunan berat badan dengan cepat karena jika kita memakan makanan yang mengandung karbohidrat seperti macamnya nasi.

Kadar insulin akan naik (hormone polipeptida yang mengatur metabolisme karbohidrat), akan tetapi ketika anda berada dalam ketosis (diet Katogenik) maka kadar insulin akan turun. Jika insulin rendah, maka asam lemak dalam perut akan mudah dibakar (olahraga) dari jaringan tubuh.

Karena dalam diet Katogenik sendiri seperti mengubah pembakaran energy yang biasa menggunakan karborhidrat, kini energy diambil dari lemak. Maka tubuh akan membakar banyak lemak. Jika diet tersebut diteruskan maka anda akan dapat kurus dan kehilangan beberapa kilogram lemak dengan cepat.

Makanan lemak yang dianjurkan dalam jenis diet ini, antara lain Telur, terutama yang banyak mengandung Omega 3, Daging, ayam, kalkun, sosis, steak dan produk daging lain, Ikan tuna, salmon, makarel, Krim, mentega dan keju, Sayur hijau, tomat, bawang, cabai dan sayur lain yang rendah karbohidrat, Kacang dan biji-bijian, seperti almond, wijen, chia dan biji labu, Alpukat, baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk masakan, Minyak zaitun, minyak alpukat atau minyak kelapa, Garam, merica dan berbagai rempah alami.

2. Diet OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet)

Diet OCD, merupakan singkatan dari Obsessive Corbuzier’s Diet. Dalam penamaanya terdapat penamaan seorang aktor pesulap yaitu Corbuzier. Mengapa demikian, dikarenakan diet tersebut di munculkan, dibentuk dan dipopulerkan oleh Dedy Corbuzier sendiri.

Diet OCD berbeda dengan jenis diet lain yang beragam namun tujuanya hanya satu yaitu protein. Diet OCD susunanya sangat mudah, dan terdapat dua syarat, pertama, waktu yang diperuntukan untuk makan bebas baik lemak, karbohidrat dll. Kedua, setelah melebihi waktu yang ditentukan, seseorang yang sedang diet dianjurkan untuk berhenti makan dan hanya mengisi tubuhnya dengan air putih. Diet ini sangat ampuh bagi anda yang ingin turun badan dengan cepat.

3. Diet Rendah Lemak

Sebagian orang percaya bahwa lemak lah yang menimbulkan lipatan perut buncit. Namun menurut para ahli Gizi menyatakan bahwa jika asupan makan diganti dengan makanan yang mengandung lemak akan lebih efektif dalam menurunkan berat badan.

Diet Rendah lemak bermaksud menghindar dari makanan yang berlemak seperti gajih daging. Namun, patut diperhatikan agar memilih jenis lemak yang sehat dan menghindari lemak tak jenuh seperti gorengan atau fast food.

4. Diet Plain/Tawar

Diet tawar adalah diet tidak mengonsumsi makanan manis dan asin. Menurut beberapa sumber menyatakan bahwa gula dan garam adalah salah satu pemicu kenaikan berat badan. Oleh karena itu, muncul diet plain atau diet tawar yang tidak menambahkan esensi rasa ke dalam makanan.

Makanan untuk diet plain hanya direbus atau dikukus dan mengandalkan rasa asli dari cita rasa makanan tersebut. Karena tidak mengandung rasa apa pun di lidah, diharapkan para pelaku diet bisa lebih mudah mengendalikan pola konsumsi makan yang lebih terkendali.

5. Diet Ketofastosis

Diet Ketofastosis hamper mirip dengan diet Katogenik, namun dalam diet Ketofastosis tersebut lebih seimbang dari pada diet Katogenik yang hanya mengandalkan lemak sebagai bahan bakar.

Penggabungan antara diet ketogenik dan fastosis, seseorang akan berpuasa selama 6–12 jam, dan di luar jam puasa tersebut hanya diperbolehkan makan makanan yang mengandung tinggi lemak serta rendah karbohidrat.

6. Diet dada ayam dan nasi merah

Diet dada ayam dan nasi merah tentunya berbeda dengan pangan yang lain, dalam dada ayam dan nasi merah hanya terdapat protein dan serat. Makanan ini sangat sehat sehingga para pengguna diet jenis ini dianjurkan untuk mengkonsumsinya secara berkali-kali namun dalam porsi yang sedikir. Dalam dada dan nasi merah sangat sedikit sekali lemak dan karbohidrat, maka diet ini dipercaya dapat dengan cepat melangsingkan tubuh.

7. Diet Food Combining

Dalam diet Food Combining, jenis diet ini bebas menentukan makanan yang ingin dikonsumsi. Para pakar Gizi percaya bahwa di dalam tubuh manusia sebenarnya ada kondisi pH atau keasaman darah yang harus dipertahankan tetap netral. hanya diperkenankan memakan sayuran dan buah atau bersama protein (daging, ikan, telur).

Demikian juga untuk karbohidrat, jenis diet ini hanya boleh dikonsumsi bersamaan dengan sayuran. Yang harus diperhatikan adalah menghindari makan bersamaan antara karbohidrat dan protein. Karena pH darah akan menjadi kurang stabil dan meningkatkan berat badan.

8. Diet Mayo

Diet Mayo menganjurkan untuk berpuasa tanpa garam selama tiga belas hari. Selain menghindari makanan asin, diet Mayo juga mewajibkan untuk berolahraga ringan secara rutin. Seperti jalan–jalan pagi, naik turun tangga, berjalan kaki, yoga, dan latihan peregangan ringan lainnya.

9. Diet Nasi

Dalam diet ini, seseorang dianjurkan untuk mengurangi atau tidak mengonsumsi nasi, karena kandungan nasi sendiri merupakan karbohidrat dan gulkosa yang tinggi. Gula yang terdapat dalam nasi akan semakin tinggi jika dimakan dalam kondisi panas. Jika gula dan karbohidrat menumpuk akan menjadi pemicu utama penyebab kegemukan.

Nasi sendiri sudah menjadi makanan pokok bagi orang Indonesia maka tak heran jika rata-rata masyarakatnya mempunyai penyakit diabetes. Jika anda sudah melakukan berbagai macam diet, maka sangat dianjurkan untuk mengurangi nasi atau bahan makanan yang mengandung gula berlebih dan dapat meningkatkan lemak.

10. Diet Mediterania (diet barat bagian pelabuhan)

Jenis diet ini diambil dari pola hidup sehat orang-orang eropa, jika di Indonesia bahan utama panganya adalah Nasi, lain dengan orang barat yang lebih memilih gandum dalam berbentuk roti, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, gandum, ikan, dan minyak zaitun.
Dalam diet ini dapat diambil kesimpulan bahwa jika hidup sehat maka kesehatan akan selalu menyertai setiap hidupnya.

11. Diet Minuman Manis 

Jenis diet tersebut dianjurkan sesorang untuk berhenti meminum minuman manis. Seberapa berat apapun dietnya jika kita masih mengonsumsi minuman manis yang kaya akan gula maka diyakinkan badan anda akan semakin besar. Karena gula sendiri adalah pemicu utama kegemukan.

Jadi berhentilah mengonsumsi minuman manis seperti thai tea, Tea Jus, dll. Minuman tersebut bisa diganti dengan jus buah yang manisnya alami.

Penulis: Anisa Anggraeni Saldin
Editor : Bung Fei

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel