Pengertian Wiraswasta, Wirausaha dan Kewirausahaan

- Mei 22, 2019
Wirausaha atau Wiraswasta berasal dari kata : Wira: utama, gagah, berani, luhur; swa:  sendiri;  sta:  berdiri;  usaha:  kegiatan  produktif. Dari  asal  kata  tersebut, wiraswasta pada mulanya ditujukan pada orang-orang yang dapat berdiri sendiri.

Di Indonesia kata wiraswasta sering diartikan sebagai orang-orang yang tidak bekerja pada sektor pemerintah yaitu: para pedagang, pengusaha dan orang-orang yang bekerja di perusahaan swasta, sedangkan wirausahawan adalah orang-orang yang  mempunyai  usaha  sendiri. Sementara Wirausahawan  adalah  orang  yang  berani membuka kegiatan produktif yang mandiri.

Menurut Drucker (2008:2) mengartikan kewirausahaan sebagai semangat, kemampuan, sikap, perilaku individu dalam menangani usaha/kegiatan yang mengaruh pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Untuk memperoleh keuntungan diperlukan kreativitas dan penemuan ha-hal baru. Kewirausahaan adalah proses yang mempunyai risiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemamkmuran bagi sang wirausahawan (entrepreneur).

Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, keinovasian, dan keberanian mengambil resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.

Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri dan watak yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan itu dapat diajarkan. Berikanlah para siswa penanaman sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis kemudian kita akan membuat mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat (Alma, 2013:5). 
Seorang wirausahawan haruslah seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan bukan melamun kosong, tetapi melihat, berpikir dengan penuh pertimbangan, mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahannya. karakteristik seorang wirausaha yang dimaksud dalam konteks materi disini (wirausaha) adalah sesuatu yang berhubungan dengan cirikhas, watak, perilaku tabiat, sikap seseorang (wirausaha) terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.

Macam Tipe Wirausaha

Menurut Alma(2013: 32) mengatakan bahwa dari pengamatan perilaku wirausaha maka dapat dikemukakan tiga tipe wirausaha, yaitu:

  1. Wirausaha yang memiliki inisiatif
  2. Wirausaha yang mengorganisir mekanis social dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu
  3. Wirausaha yang menerima resiko atau kegagalan.

Faktor Keberhasilan dan Kegagalan

Keberhasilan dalam hidup pada dasarnya merupakan dambaan setiap orang dan  karenanya orang akan melakukan apa saja untuk mencapainya. Dalam upaya mencapai keberhasilan tersebut kiranya perlu kita ketahui faktor apa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan, dari hasil refleksi dapat dirumuskan bahwa secara umum keberhasilan dan kegagalan akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :

  1. Pola pikir atau cara pandang terhadap usaha atau pekerjaan yang dijalankan (positif atau negatif)
  2. Kepuasan diri
  3. Keinginan untuk maju atau mencapai yang lebih
  4. Kontrol terhadap pengeluaran
  5. Budaya instan
  6. Manajemen waktu (disiplin waktu)
  7. Kejujuran
  8. Komitmen
  9. Ketekunan dan motivasi
  10. Kreativitas dan inovasi
  11. Refleksi dan evaluasi terhadap kegiatan maupun kebiasaan.

Apabila faktor-faktor diatas menunjukkan sisi positif, maka kemungkinan berhasil akan tinggi sedangkan apabila menunjukkan sisi negatif, maka akan berpotensi terjadi kegagalan. Dalam konteks wirausaha, kiranya perlu juga kita ketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam usaha. Adapun faktor-faktor tersebut adalah :

Faktor Keberhasilan usaha:


  1. Komitmen
  2. Motivasi
  3. Kejujuran
  4. Kesehatan
  5. Mengambil resiko
  6. Kemampuan dalam membuat keputusan
  7. Keadaan keluarga
  8. Keterampilan mengelola usaha
  9. Keterampilan teknis
  10. Pengetahuhan tentang jenis usaha.

Faktor Kegagalan usaha:


  1. Diabaikan oleh pemiliknya
  2. Kecurangan dan pencurian
  3. Kurang keterampilan dan keahlian
  4. Pengalaman yang tidak seimbang
  5. Masalah pemasaran
  6. Kebijakan pembayaran barang secara kredit yang kurang baik
  7. Pengeluaran biaya yang tinggi
  8. Persediaan dan peralatan yang berlebihan
  9. Pengawasan persediaan yang buruk
  10. Lokasi usaha yang kurang tepat
  11. Bencana alam.

Menurut Drucker (2008:2) Kewirausahaan merupakan semangat, kemampuan, sikap, perilaku individu dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengaruh pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Untuk memperoleh keuntungan diperlukan kreativitas dan penemuan ha-hal baru. Kewirausahaan adalah proses yang mempunyai risiko tinggi untuk menghasilkan nilai tambah produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendatangkan kemamkmuran bagi sang wirausahawan (entrepreneur).


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search