Hipotesis Statistik Dan Non Statistik

- Mei 26, 2018
Hipotesis-Dalam kegiatan penelitian didalamnya dikenal dengan istilah Hipotesis, kata Hipotesis berasal dari dua kata bahasa Yunani “Hupo (Sementara) dan Thesis (Pernyataan/teori)” sehingga dengan demikian secara umum Hipotesis bermaksud pernyataan atau teori sementara.

Hipotesis dalam prakteknya dibedakan menjadi dua macam yaitu hipotesis statsitik dan hipotesis non statsitik. Hipotesis Statistik yaitu Hipotesis yang muncul dalam penelitian kuantitatif yang melibatkan rumus-rumus statsitik. Sementara hipotesis non statistik adalah hipotesis yang muncul dalam penelitian kualitatif. 

Macam-Macam Hipotesis
Ditinjau dari Macamnya, Hipotesis terdiri dari tiga macam hipotesis yaitu:
Hipotesis Deskriptif
Hipotesis jenis ini masuk pada hipotesis jenis non statistic, hipotesis ini tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variable lain, hipotesis ini adalah hipotesis yang dirumuskan untuk menemukan titik peluang, atau hipotesis yang dirumuskan untuk mejawab taksiran.
Contoh :
  • Panen Gabah Petani Di Desa Bangkaloa Ilir mencapai 10 Ton
  • Disiplin PNS di Kota Surabaya sangat tinggi
  • Teorisme Merusak Ajaran Islam, dan lain sebagainya.
Hipotesis Komparatif
Hipotesis jenis ini masuk pada hipotesis statistik, karena hipotesisi ini dirumuskan untuk memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat membedakan.
Contoh :
  • Terdapat perbedaaan kemampuan bahasa Asing siswa kelas X dan Siswa kelas Y, yaitu lulusan siswa kelas X lebih baik daripada lulusan kelas Y. 
  • Terdapat perbedaan cara memahami Islam antara santri pesantren X dan santri pesantren Y. Dan lain sebagainya.
Hipotesis Asosiatif
Hipotesis jenis ini masuk pada hipotesis statistik, karena hipotesisi ini dirumuskan untuk memberi jawaban pada permasalahan yang bersifat hubungan. Sedangkan menurut sifat hubungannya, hipotesis jenis ini dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:

1. Hipotesis hubungan simetris
Yaitu hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat bersamaan antara dua variabel atau lebih, akan tetapi tidak menunjukan sebab akibat. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut:
  • Terdapat hubungan berpakian serba mahal denga penampilan
  • Terdapat hubungan positif antara banyaknya penonton bulu tangkis dengan tingkat kerusuhan
  • Ada hubungan antara makan dan kenyang
2. Hipotesis Klausal (sebab akibat)
Yaitu hipotesis yang menyatakan hubungan bersifat   mempengaruhi antara dua variabel atau lebih. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut:
  • Kebakaran hutan tropis berpengaruh positif  terhadap tipisnya lapisan ozon bumi
  • Disiplin pegawai yang baik berpengaruh positif pada produktivitas kerja karyawan
  • Motivasi belajar berpanguruh positif terhadap prestasi belajar siswa
3. Hipotesis hubungan interaktif
Yaitu hipotesis hubungan antara dua variabel atau lebih yang bersifat saling mempengaruhi. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut:
  • Terdapat pengaruh timbal balik antara kenaikan pangkat dengan tersedianya jabatan
  • Terdapat pengaruh timbal balik antara kreativitas siswa dengan hasil belajar.
  • Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara penambahan gajih dengan produktivitas karyawan.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search