Sun Go Kong Dalam Literatur Tiongkok Kuno

Sosok Sun Go Kong apakah sebagai tokoh sejarah atau bukan memang masih diperdebatkan banyak orang hingga kini. Sebagian orang Tiongkok percaya bahwa tokoh Sun Go Kong benar-benar nyata, bagi kelompok ini sosok Sun Go Kong adalah Dewa nyata yang perlu dipuja bahkan perlu dibuatkan patung dan viaharanya sebagai wadah penghormatan padanya.

Sementara bagi sebagaian orang Tiongkok yang lain tokoh tersebut tidak lebih sebagai tokoh fiksi yang dibesar-besarkan, dalam membangun argumennya, kelompok ini menyodorkan bukti-bukti ilmiah mengenai kemunculan Sun Go Kong berdasarkan literatur Tiongkok Kuno.

Sun Go Kong dikenal oleh masyarakat luas karena kisah hidupnya difelemkan, bentuk-bentuk filem yang mengisahkan tokoh inipun banyak, mulai dari Sinetron hingga filem layar lebar yang memakan banyak pendanaan.

Dilihat secara sepintas, tokoh Sun Go Kong dalam filem-filem yang beredar digambarkan sebagai Silmunan Kera yang kemudian menjadi Dewa karena berjasa mendampingi Biksu Budha Tong mecari Kitab Suci ke Barat (India), tokoh ini juga digambarkan sosok yang sanggup mengobrak-abrik Khayangan tempat bersemayamnya para Dewa pengatur alam semesta sehingga membuat Budha marah kemudian menghukumnya.

Jika betul Sun Go Kong sebagai tokoh sejarah sebagaimana yang dipercayai sebagaian orang Tiongkok, tentu Sun Go Kong bukan sembarang Siluman/Dewa, dinyatakan demikian karena Sun Go Kong terbukti mampu mengobrak-abrik Khayangan. Maka pantas bagi kelompok yang mempercayai keberadannya memuja atau bahkan mengharap karomah darinya.

Kelompok yang tidak mempercayai Sun Go Kong sebagai tokoh sejarah mengajukan argumen yang masuk akal, mereka menyatakan “Sun Go Kong sebagai tokoh fiksi adalah karena tokoh tersebut kemunculan dan kelahirannya dapat dilacak melalui literature Tiongkok kuno berupa Novel”.

Kisah Sun Go Kong bersama Biksu Tong katanya bermula dari terciptanya Novel yang berjudul  西遊記/Hanyu Pinyin (Perjalanan Ke Barat) karya Wu Cheng En, seorang Penyair Tiongkok Dinasti Ming yang hidup pada Tahun 1500 hingga 1582. Jadi menurutnya ketokohan Sun Go Kong termasuk teman siluman lainnya seperti Pat Kai dan lainnya adalah fiksi. Yaitu tokoh rekaan yang dibuat oleh Wu Cheng En dalam novelnya.

Debat antara kelompok yang percaya dan yang tidak pada ketokohan Sun Go Kong sebagai fakta sejarah masih berlanjut, meskipun kelompok yang tak percaya menyodorkan literatur Tiongkok kuno.  Bagi yang tetap mempercayai, katanya “ Memang novel Hanyu Pinyin (Perjalanan Ke Barat) baru dicipta oleh Wu Cheng En di Zaman Dinasti Ming (1368-1644), akan tetapi, si penulis terinspirasi dari kisah nyata sebelumnya yang sudah ada sejak zaman Dinasti Tang (618-107)”, begitu sanggah mereka. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel