Metode Green Chemistry dalam kimia

- Maret 30, 2019
Bungfei.com-Dalam kimia dikenal beberapa metode untuk dapat mengurangi dampak kimiawai, salah satunya adalah dengan menggunakan metode Green Chemistry. Ditinjau dai pengertiannya ada beberapa ilmuan yang mendefinisikan metode tesebut.

Menurut Kenneth dan James, green chemistry adalah suatu metode baru untuk mengurangi bahaya bahan kimia,disamping memproduksi produk dengan cara yang lebih efisien dan lebih hemat.[1]

Sedangkan menurut Anastas dan Tracy, green chemistry merupakan penggunaan teknik dan metode secara kimia untuk mengurangi atau mengeliminasi penggunaan bahan dasar,  produk, produk samping, pelarut, dan pereaksi yang berbahaya bagi kesehatan manusia masalah lingkungan.[2]

Metode green chemistry dalam kimia memiliki dua belas prinsip didalamnya, ke duabelas prinsip green chemistry tersebut dikembangkan oleh Anastas dan Warner, keduanya dianggap sebagai bapak Warner. Adapun penjelasan dari kedua belas prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:[3]

1. Mencegah Limbah (Prevention)

Yaitu merancang ulang transformasi kimia guna meminimalkan produksi limbah berbahaya yang merupakan langkah  pertama yang penting dalam pencegahan polusi.

2. Memaksimalkan Atom Ekonomi (Atom Economy)

Yaitu ekonomi atom merupakan rasio dari total massa atom dalam produk yang diinginkan dengan massa total atom pada reaktan. Memilih transformasi yang menggabungkan sebagian besar bahan awal ke dalam produk lebih efisien dan meminimalkan limbah.

3. Desain sintesis kimia yang kurang berbahaya (Less Hazardous Chemical Syntheses) 

Yaitu Metode sintesis yang digunakan harus didesain dengan menggunakan dan menghasilkan  bahan kimia yang tidak beracun terhadap manusia dan lingkungan.

4. Desain Produk kimia yang aman (Designing Safer Chemicals)

Yaitu mendesain nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability.

5. Gunakan Pelarut / kondisi reaksi yang aman (Safer solvents and Auxiliaries)

Yaitu Penggunaan bahan kimia seperti pelarut, ekstraktan, atau bahan kimia tambahan yang lain harus dihindari penggunaannya. Apabila terpaksa harus digunakan, maka penggunaannya harus seminimal mungkin.

6. Meningkatkan Efisiensi Energi (Design for energy efficiency) 

Yaitu Kebutuhan Energi dalam proses kimia harus diakui berdampak pada lingkungan dan ekonomi dan harus diminimalkan.

7. Gunakan Bahan Baku Terbarukan (Use of Renewable Feedstocks)

Yaitu transformasi kimia harus dirancang untuk memanfaatkan bahan baku yang terbarukan.

8. Hindari penggunaan Kimia Derivatif (Reduce Derivatives)

Yaitu Derivatisasi yang tidak perlu harus dikurangi atau dihindari jika mungkin, karena langkah-langkah seperti ini membutuhkan reagen tambahan dan dapat menghasilkan limbah.

9. Gunakan Katalis (Catalysis)

Yaitu penekanan penggunaan Katalis karena dengan katalis dapat memainkan beberapa peran dalam proses transformasi, antara lain dapat meningkatkan selektivitas reaksi, mengurangi suhu transformasi, meningkatkan tingkat konversi produk dan mengurangi limbah reagen (karena mereka tidak dikonsumsi selama reaksi). Dengan mengurangi suhu, kita dapat menghemat energi dan berpotensi menghindari reaksi samping yang tidak diinginkan.

10. Desain Produk yang Terdegradasi (Design for Degradation)

Yaitu Produk kimia seharusnya didesain hingga pada akhir fungsinya nanti mereka dapat terurai menjadi produk degradasi yang tidak berbahaya ketika mereka dilepaskan ke lingkungan.

11. Analisis Real-Time untuk Mencegah Polusi (Real-time analysis for Pollution Prevention)

Yaitu memonitor kemajuan reaksi untuk mengetahui kapan reaksi selesai atau untuk mendeteksi munculnya produk samping yang tidak diinginkan.

12. Minimalkan Potensi Kecelakaan (Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention)

Yaitu Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga  potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.

Daftar Pustaka

[1] Laudon, Kenneth C. & Jane Price (2004). Management Information Systems: Managing the Digital Firm, 10th edition. Pearson Education, Inc., New. Jersey.
[2] McLeod, Raymond Jr.(2008). Sistem Informasi Manajemen, edisi 10. terjemahan. Yulianto, Ali Akbar, Salemba Empat, Jakarta
[3] Ibid


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search